Advertisement
Kabar Freeport
Home » Freeport Jadi Tuan Rumah Ifrc 2026, 17 Tim Tanggap Darurat Uji Kemampuan di Mimika

Freeport Jadi Tuan Rumah Ifrc 2026, 17 Tim Tanggap Darurat Uji Kemampuan di Mimika

MIMIKA BERKABAR.COM — Sebanyak 17 tim tanggap darurat dari berbagai perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia mengikuti ajang 8 tahun Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 21–31 Oktober 2026.

PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi nasional tersebut.Kompetisi ini diselenggarakan Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Suasana

Kegiatan ini menjadi ajang menguji keterampilan, kesiapsiagaan, dan koordinasi personel dalam menghadapi berbagai situasi darurat, khususnya di sektor pertambangan dan energi.

Kepala Teknik Tambang PT Freeport Indonesia, Carl Tauran, mengatakan penyelenggaraan IFRC di Mimika merupakan kehormatan bagi perusahaan.

Menurutnya, kesiapsiagaan tim tanggap darurat merupakan bagian penting dalam membangun budaya keselamatan kerja.

Pemkab Mimika Siap Tarik Puluhan Mobil Dinas Mantan Pejabat

“Keselamatan adalah hal yang paling utama. Salah satu fondasi dasarnya adalah kesiapsiagaan tim tanggap darurat,” ujar Carl dalam konferensi pers persiapan IFRC 2026 di Kuala Kencana, Rabu (21/10/2026).

Suasana

Ia menjelaskan, kompetisi ini juga menjadi wadah bagi perusahaan untuk berbagi pengalaman, mempelajari praktik terbaik, dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat.

PTFI tercatat menjadi tuan rumah IFRC untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya menyelenggarakan kegiatan serupa pada 1996 dan 2005.

Sementara itu, Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, mengatakan persiapan kompetisi telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Berbagai kebutuhan, mulai dari fasilitas perlombaan, peralatan, hingga koordinasi teknis, dipersiapkan untuk menunjang kelancaran kegiatan.

Sebanyak 17 tim peserta berasal dari perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia. PTFI mengikutsertakan Amungme Team dan Kamoro Team.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Peserta lainnya berasal dari PT ANTAM Tbk, PT Borneo Indobara, PT Adaro Indonesia, PT Bumi Suksesindo, PT Merdeka Battery Materials, PT Batutua Kharisma Permai, PT Nusa Halmahera Minerals, PT Hengjaya Mineralindo, PT Kideco Jaya Agung, PT Indomuro Kencana, PT Pamapersada Nusantara, PT Ganda Alam Makmur, PT Vale Indonesia, PT Kalimantan Prima Persada, serta PT Indonesia Asahan Aluminium.

Koordinator Juri IFRC 2026 dari PERTAPINDO, Wiyono Winarno, menjelaskan bahwa kemampuan tim tanggap darurat tidak hanya diukur dari kecepatan bertindak, tetapi juga ketepatan mengambil keputusan, penguasaan teknik, penggunaan peralatan, koordinasi, serta keselamatan korban dan personel.

“Kalau kita bisa menyelamatkan korban, berarti kita bisa menyelamatkan masa depan sebuah keluarga,” ungkap Wiyono.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan metode penyelamatan menuntut setiap personel terus meningkatkan kemampuan. Evaluasi dan pembelajaran perlu dilakukan secara berkelanjutan agar prosedur penyelamatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan standar keselamatan.

Dalam IFRC 2026, peserta akan mengikuti delapan kategori perlombaan, yakni *Firefighter Competency Test, Individual Skills, Road Accident Rescue, Confined Space Rescue, High Angle Rescue, Collapse Structure Search and Rescue, Structural Fire Fighting, Underwater Rescue and Recovery, serta Firefighter Combat Challenge.

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Rangkaian kompetisi berlangsung di sejumlah lokasi, di antaranya Fireground Kuala Kencana, Mimika Sport Complex di Timika, Multi Purpose Building Kuala Kencana, serta Danau MP28 untuk kategori penyelamatan bawah air.

Selain perlombaan, IFRC 2026 menghadirkan program Safety Goes to Schoolyang menyasar 10 sekolah di Mimika.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai keselamatan dan membangun budaya sadar risiko sejak dini.Melalui penyelenggaraan IFRC 2026, diharapkan kemampuan personel tanggap darurat semakin meningkat, koordinasi antartim semakin kuat, serta penerapan standar keselamatan di sektor pertambangan dan energi di Indonesia semakin baik.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement