Advertisement
Kabar Ekonomi Kabar Kampung Kabar Kesehatan Kabar Pemerintahan
Home » Wakil Bupati Mimika: Stunting Bukan Sekadar Masalah Tinggi Badan, Tapi Masa Depan Generasi

Wakil Bupati Mimika: Stunting Bukan Sekadar Masalah Tinggi Badan, Tapi Masa Depan Generasi

MIMIKA BERKABAR.COM– Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar kegiatan advokasi program bangga kencana oleh Pokja advokasi kepala stakeholder dan mitra kerja (Oprasional kegiatan tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Aksi 1 dan Aksi 2 Kabupaten Mimika Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Mimika, Selasa (9/6/2026), ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka operasional Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Aksi 1 dan Aksi 2 Tahun 2026.

Dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, kegiatan ini dihadiri oleh tenaga kesehatan, mitra kerja, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan dunia pendidikan.

Pesannya tegas: stunting bukan tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja kolektif dalam sambutannya.

Emanuel Kemong menekankan bahwa stunting bukanlah persoalan semata tentang tinggi badan anak yang kurang.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Lebih dari itu, stunting berdampak sistemik pada:

Pertumbuhan fisik yang terhambat, Perkembangan kognitif dan kemampuan belajar yang rendah, Produktivitas saat dewasa yang menurun, Kerentanan tinggi terhadap penyakit di masa depan.

“Upaya ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama, sinergi, dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, mitra kerja, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Emanuel.

Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, pemerintah daerah wajib memastikan program penurunan stunting berjalan secara terarah, terpadu, dan konvergen. Karena itu, TPPS memulai dengan dua aksi fundamental:

· Aksi 1: Analisis situasi untuk memetakan akar masalah stunting di tingkat kampung hingga kecamatan

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

· Aksi 2: Penyusunan rencana kegiatan yang tepat sasaran berdasarkan dataKegiatan advokasi ini dirancang untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, dan menghasilkan rekomendasi serta rencana tindak lanjut yang konkret.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk tidak berhenti bergerak.”Kita harus bekerja bersama, bergerak bersama, dan memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Mimika mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegas Emanuel Kemong.

Dengan sinergi lintas sektor yang semakin kuat, Pemerintah Kabupaten Mimika optimistis target percepatan penurunan stunting tahun 2026 dapat tercapai. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement