Advertisement
Kabar Kesehatan
Home » Tantangan dan Harapan: Puskesmas Limau Asri Perjuangkan Layanan Optimal di Tengah Keterbatasan

Tantangan dan Harapan: Puskesmas Limau Asri Perjuangkan Layanan Optimal di Tengah Keterbatasan

MIMIKA BERKABAR – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Limau Asri terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, meski dihadapkan pada sejumlah tantangan yang memerlukan sinergi lintas sektor.

Layanan yang tersedia saat ini mencakup rawat jalan, gawat darurat, imunisasi, Keluarga Berencana (KB), kesehatan gigi dan mulut, serta pelayanan penunjang seperti laboratorium dan farmasi.

Promosi Kesehatan (Promkes) dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) menjadi sarana pendukung penting, bersamaan dengan penanganan penyakit spesifik seperti Tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, hipertensi, diabetes, kusta dan frasibosia.

Kepala Puskesmas Limau Asri, Maria Yosinta Rahangiar, dalam wawancara Jumat (5/12/2025), mengakui bahwa beberapa program prioritas seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Salah satu program yang masuk SPM yaitu malaria untuk pengendalian malaria, dimana pihaknya sudah berupaya dengan deteksi dini kasus malaria baik secara aktif melalui survey masalah di daerah epidermis dan juga aktif ketika pasien datang langsung diperiksa dan juga melalui diagnosa cepat dengan RTD serta pengendalian vektor.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Untuk Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dan obat serta distribusi vaksin secara umum berjalan dengan baik. Namun, ia menyoroti tantangan besar dalam upaya eliminasi malaria yang menargetkan tahun 2030.

“Kita harus berpikir realistis. Kalau tidak ada kerja sama lintas sektor yang baik, sulit mencapai target. Lihat saja, masih banyak genangan air di got-got yang tidak jelas pembuangan nya serta kurangnya kesadaran dari masyarakat tentang hidup bersih dan sehat dan cara minum intan yang baik,” ucapnya.

“Bagaimana mau eliminasi malaria jika lingkungan tidak mendukung? Ini bukan hanya tugas kesehatan, tapi perlu keterlibatan dinas terkait lainnya,” tegas Maria.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Puskesmas sebenarnya telah menciptakan inovasi bernama “Saling Rindu“, sebuah program layanan keliling agar petugas bisa mendatangi masyarakat yang kesulitan mengakses Puskesmas. Sayangnya, program ini terpaksa ditunda hingga tahun 2026 karena alasan keamanan.

“Kami sempat berencana turun melaksanakan giatke SP 9, namun setelah survei dan mendapat masukan dari salah satu kader setempat, sebaiknya dilakukan tahun depan saja karena merasa kondisi keamanan kurang baik,” ujarnya.

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Dirinya juga menambahkan bahwa ada kekhawatiran karena keamanan tidak terjamin.l, sehingga pihaknya akan menyurati pihak keamanan untuk membantu dalam pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menceritakan upaya membangun kolaborasi melalui pertemuan lintas sektor pada 28 November 2025 di Kantor Distrik, namun, hasilnya mengecewakan.

“Yang datang hanya beberapa kepala kampung, para kepala sekolah, kader posyandu, dan Ibu PKK perwakilan distrik, yang kami undang tidak semua datang bagimana bm bisa membangun sinergi jika komitmen bersama tidak terbentuk,” tanyanya dengan nada prihatin.

Di sisi lain, digitalisasi sistem informasi kesehatan di Puskesmas juga belum berjalan optimal, tetapi perangkat pendukung seperti komputer masih perlu dilengkapi satu per satu. Ini yang sedang diupayakan.

Menutup pernyataan, Maria Yosinta menyampaikan harapan dan komitmennya jika tetap memimpin Puskesmas Limau Asri.

Basarnas dan Pertapindo Teken MoU, SAR Timika dan BPBD Mimika Tanda Tangan PKS

“Kami akan berusaha meningkatkan pelayanan, salah satunya dengan menambah tenaga dokter umum. Saat ini kami punya dua dokter, butuh satu lagi agar bisa lebih banyak turun lapangan melayani lansia dan masyarakat di daerah terjangkau, sementara layanan di dalam gedung tetap berjalan optimal. Ke depan, kami ingin turun langsung lebih sering agar pelayanan benar-benar merata,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Dukungan dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat, menjadi kunci untuk mewujudkan layanan kesehatan primer yang berkualitas dan merata di wilayah Limau Asri. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement