MIMIKABERKABAR.COM Distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika mengalami gangguan akibat kerusakan jaringan pipa yang diduga dilakukan oleh oknum masyarakat. Kondisi ini membuat pelayanan air tidak berjalan secara optimal.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan bahwa sistem distribusi air bersih sebenarnya telah diatur secara bergilir untuk menjangkau masyarakat, namun gangguan di lapangan membuat aliran air tidak maksimal.
“Sudah kita atur pola distribusinya, pagi dan sore dialirkan secara bergantian. Tapi memang tidak bisa terus mengalir karena sistemnya juga bergilir,” ujarnya Senin (27/4/2025).
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa kendala utama yang terjadi saat ini bukan hanya pada sistem distribusi, melainkan adanya tindakan perusakan pipa di beberapa titik oleh oknum masyarakat.
“Di beberapa lokasi seperti kawasan Sam Ratulangi itu ada pipa yang rusak. Bahkan ada yang dipotong, sehingga aliran air terganggu dan tidak bisa sampai ke warga,” ungkapnya.
Ia menyesalkan tindakan tersebut karena justru berdampak langsung pada masyarakat luas yang membutuhkan air bersih setiap hari.“Kalau jaringan itu dirusak, otomatis distribusi terganggu.
Ini merugikan banyak warga,” tambahnya. (red)Bupati menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan perbaikan jaringan yang rusak. Namun ia juga meminta adanya kesadaran bersama dari masyarakat untuk menjaga infrastruktur yang sudah dibangun.
“Pemerintah terus berupaya memperbaiki, tapi tanpa dukungan masyarakat, hasilnya juga tidak akan maksimal. Ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap ke depan tidak ada lagi tindakan perusakan fasilitas umum, sehingga pelayanan air bersih dapat berjalan lebih lancar dan merata bagi seluruh masyarakat. (Red)

























Komentar