MIMIKA BERKABAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika (DPRK) Mariunus Tandiseno, S. Sos., M.Si dari Dapil IV fraksi Partai Golkar melaksanakan Reses Tahap II dengan menggelar pertemuan terbuka di Distrik Wania pada, Jumat (10/10/2025).
Kegiatan yang dihadiri oleh Merlyn Temorubun, S.STP, selaku Kepala Distrik Wania beserta seluruh Kepala Kampung dan Kepala Kelurahan se-Distrik Wania ini menjadi ajang penyerapan aspirasi masyarakat.
Suasana ruang pertemuan Distrik Wania tampak hidup dan penuh perhatian. Mariunus Tandiseno, S.Sos., M.Si., dengan saksama mendengarkan setiap keluh kesah dan harapan yang disampaikan oleh para Kepala Kampung dan Kelurahan.
Dialog yang berlangsung transparan ini mengungkap sejumlah persoalan krusial yang menghambat kenyamanan dan kemajuan masyarakat, sekaligus memetakan potensi yang siap dikembangkan.
Persoalan klasik namun tetap aktual menjadi pembuka diskusi. Jan Roly Rahakbauw, Kepala Kelurahan Wonosari Jaya menyoroti besaran anggaran yang dinilai tidak realistis.
“Satu triwulan kami terima 50 juta, itu pun sudah dipotong pajak. Angka ini sangat-sangat tidak cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional dan pembangunan di kelurahan,” keluhnya.
Ia menegaskan bahwa program pembangunan, seperti saluran drainase tidak bisa hanya mengandalkan tenaga manusia secara swadaya, tetapi perlu diikuti dengan anggaran yang memadai dan disalurkan melalui kelurahan.
Keluhan serupa disampaikan oleh Fransiana, Staf Kelurahan Kamoro Jaya. Ia menjelaskan bahwa kelurahan tidak memiliki anggaran memadai layaknya kampung sehingga banyak permasalahan tidak dapat ditangani.
“Kami mengusulkan agar program Padat Karya yang sangat membantu masyarakat dua tahun lalu dapat dihidupkan kembali,” pintanya.
Masalah infrastruktur dasar menjadi perhatian utama lainnya. Gerson Rumbarar, Kepala Kelurahan Inauga melaporkan masalah penerangan jalan dan saluran pembuangan (drainase) di Jalan Budi Utomo yang sudah tersumbat lama dan tercampur tanah.
“Kami berupaya, tetapi biayanya cukup besar,” ujarnya.
Dari Kepala Kampung Mandiri Jaya, Meky Mirip menyampaikan masalah drainase yang parah.
“Kami butuh saluran drainase yang baik dan penerangan jalan. Aspirasi dari musrenbang kami minta dikawal hingga benar-benar terealisasi,” tegasnya.
Sorotan khusus datang dari Kepala Kampung Nawaripi, Norbertus Ditubun. Dengan bangga ia menyatakan bahwa Nawaripi adalah satu-satunya Desa Mandiri di Kabupaten Mimika dan telah dinobatkan sebagai Desa Wisata oleh Dinas Pariwisata setempat.
“Potensi desa kami harus bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah. Harapan kami, program dari Dinas Pariwisata bisa sinkron dengan kebutuhan kami di lapangan, bukan justru tidak menjawab masalah,” jelas Norbertus.
Namun, di balik potensi wisata tersebut, tersimpan masalah kemanusiaan yang mendalam. Norbertus mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya angka stunting di kampungnya.
“Satu rumah bisa dihuni 3 sampai 4 keluarga. Ini yang menyebabkan angka stunting di Nawaripi selalu naik. Kami mohon perhatian serius untuk ini,” tuturnya.
Untuk pengembangan wisata, ia mengusulkan pembangunan wahana water boom (kolam renang) yang membutuhkan perhitungan teknis dan anggaran besar dari pemda, mengingat wahana lain seperti kolam ikan dan Gua Maria telah dibangun menggunakan Dana Desa. Ia juga memohon dukungan beasiswa untuk anak-anak Nawaripi yang bersekolah di luar.
Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra, hadir dengan data yang rinci. Ia mengajukan lima usulan prioritas: peningkatan jalan lingkungan di empat lokasi dengan total volume ratusan meter, serta pembangunan 4 unit rumah layak huni yang dikhususkan untuk Orang Asli Papua (OAP).

Mariunus Tandiseno
Sementara itu, Siti, Perwakilan Kampung Kadun Jaya memprioritaskan normalisasi sungai, pembangunan talud (dinding penahan tanah), dan rumah layak huni. Ia juga meminta pembangunan balai RT untuk masyarakat yang lokasinya sedikit terpencil.
Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Mariunus Tandiseno memberikan respons yang fokus dan berkomitmen. Ia secara khusus memuji Kampung Mandiri Jaya yang disebutnya “sangat luar biasa” karena masyarakatnya disiplin dan tidak ada masalah kemabukan.
“Intinya, usulan dari Kepala Kampung Mandiri Jaya, menurut saya untuk 2026 ini bisa terealisasi. Kami akan kawal dan harus tercapai di tahun 2026. Untuk pengaspalan jalan alternatif, saya tidak akan diam, Itu harus jadi karena kita harus bekerja bersama,” tegas Tandiseno.
Mengenai masalah sampah dan drainase, ia menekankan pentingnya membangun sistem pengelolaan yang terarah dan kesadaran masyarakat.
“Kita akan bentuk sistem pengelolaannya. Yang penting, kita akan perjuangkan bersama-sama,” janjinya.
Ia juga berjanji akan memasukkan usulan pembangunan balai RT ke dalam anggaran distrik dan berkomitmen untuk memperjuangkan normalisasi sungai secara bertahap.
“Dari kampung dan kelurahan kita sama-sama perjuangkan. Tidak mungkin semuanya sekaligus, kita prioritaskan yang paling penting,” ujarnya.
Merlyn Temorubun, Kepala Distrik Wania, dalam sambutannya turut memperkuat komitmen penanganan masalah. Ia mengajak seluruh jajaran untuk konsisten dalam gerakan “Clean Friday” setiap pekan untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Lebih lanjut, Merlyn menyoroti masalah mendasar dalam pelayanan publik, yaitu keterbatasan anggaran operasional kelurahan.
Ia menjelaskan bahwa anggaran yang diberikan tidak mencukupi untuk biaya pelayanan seperti pembuatan surat, perjalanan dinas ke lokasi tanah, dan undangan untuk pertemuan.
Untuk menciptakan tertib administrasi dan pelayanan yang terarah, Merlyn telah menginstruksikan agar semua Kepala Kelurahan dan Kampung tidak menandatangani Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang tidak dikoordinasikan sebelumnya.
Ia juga berencana membuat surat pemberitahuan yang mewajibkan setiap kegiatan di wilayahnya dikoordinasikan seminggu sebelumnya.
Pertemuan reses ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti semua usulan prioritas.
Mariunus Tandiseno berjanji akan mengawal isu anggaran kelurahan dan memastikan program-program pembangunan yang disuarakan masyarakat dapat direalisasikan, membawa angin segar bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Distrik Wania. (red)
























Komentar