Advertisement
Kabar Kesehatan Kabar Pemerintahan
Home » Dinkes Mimika Gandeng Maskapai, Fasilitasi Antar-Jemput Nakes di Pedalaman

Dinkes Mimika Gandeng Maskapai, Fasilitasi Antar-Jemput Nakes di Pedalaman

MIMIKA BERKABAR.COM– Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berkomitmen untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman.

Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan guna memperlancar proses pengantaran dan penjemputan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di distrik-distrik terpencil.

Fasilitas transportasi ini sepenuhnya didukung oleh anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menyampaikan bahwa seluruh kebutuhan mobilitas nakes difasilitasi oleh pemerintah daerah, termasuk transportasi darat dan udara.

“Semua kami fasilitasi, termasuk transportasi. Tujuannya agar teman-teman tenaga kesehatan bisa mendapatkan akses antar-jemput ke tempat tugas di pedalaman dengan lebih mudah,” ujar Godfried saat diwawancarai di Timika, Senin (20/07/2026).

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Meski fasilitas telah disiapkan, Godfried mengakui bahwa proses pergantian dan evakuasi nakes masih sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Saat ini, pihaknya masih terkendala dalam menjemput delapan orang tenaga kesehatan yang telah menyelesaikan masa tugasnya di Distrik Alama.

“Kami sudah membayar jasa penerbangan maskapai Komala. Namun, mereka belum bisa dievakuasi ke Timika karena terkendala jadwal penerbangan dan cuaca yang belum memungkinkan untuk helikopter berangkat ke Alama,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi serupa tidak hanya dialami oleh Dinas Kesehatan, tetapi juga oleh masyarakat Alama secara umum dalam hal akses transportasi.

Untuk mengantisipasi hal ini, Godfried telah menginstruksikan Kepala Puskesmas Alama agar terus berkoordinasi secara aktif dengan pihak maskapai guna memantau perkembangan jadwal dan kondisi cuaca terkini.

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Mengenai durasi penugasan, Godfried menjelaskan bahwa masa tugas tenaga kesehatan bervariasi, mulai dari satu bulan, satu setengah bulan, hingga dua bulan, tergantung kebijakan puskesmas setempat.

Namun, ia menegaskan bahwa evakuasi darurat akan segera dilakukan jika ada nakes yang mengalami sakit.

“Jika ada teman-teman yang mengalami sakit, itu menjadi prioritas utama kami untuk segera dievakuasi,” pungkas Godfried.

Langkah kolaboratif ini menjadi salah satu bukti nyata upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan yang merata, meskipun di tengah tantangan geografis dan kondisi cuaca ekstrem di wilayah pedalaman Papua. (Red)

Bawaslu Mimika Perkuat Pengawasan, Sosialisasi Cegah Politik Uang Digelar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement