Advertisement
Kabar Kesehatan Kabar Nasional Kabar Pemerintahan
Home » Bukan Lagi Perempuan, Program KB Mimika Kini Ajak Pria Berani Vasektomi

Bukan Lagi Perempuan, Program KB Mimika Kini Ajak Pria Berani Vasektomi

MIMIKA BERKABAR.COM– Selama ini program Keluarga Berencana (KB) seolah menjadi beban utama bagi perempuan. Mulai dari pil KB, implan, hingga suntik, tak sedikit istri yang harus merasakan efek samping yang mengganggu keseharian mereka. Kini, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui DP3AP2KB mulai mengubah paradigma dengan gencar mensosialisasikan vasektomi bagi para suami.

Kepala DP3AP2KB Mimika, Johana Arwam, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil karena kesadaran akan pentingnya keterlibatan laki-laki dalam program KB. Saat ini, tercatat sekitar lima orang suami di Mimika yang telah menjalani prosedur kontrasepsi permanen tersebut.

“Kalau Bapak sudah lakukan vasektomi, berarti Ibu tidak perlu KB. Itu untuk Bapak-Bapak yang sayang istri. Kalau bisa mereka yang ber-KB, jangan lagi istri,” ujar Johana saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, selama ini sebagian besar perempuan mengalami ketidakcocokan dengan alat kontrasepsi tertentu. Ada yang mengeluh setelah menggunakan implan karena aktivitas kerja yang berat, sementara yang lain merasakan efek samping dari pil KB. Padahal, vasektomi merupakan prosedur yang aman, cepat, dan setelah dilakukan tidak mengganggu aktivitas maupun keharmonisan rumah tangga.

Johana menegaskan bahwa program vasektomi ini sepenuhnya gratis karena dibiayai oleh pemerintah. Masyarakat yang berminat hanya perlu memiliki kesepakatan bersama pasangan, lalu melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan bidang terkait di DP3AP2KB Mimika.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Di sisi lain, ia mengakui bahwa pasokan alat kontrasepsi dari pemerintah pusat saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh puskesmas dan pustu di Mimika. Data jumlah akseptor KB di setiap distrik menjadi kunci agar permintaan ke pusat bisa sesuai kebutuhan riil di lapangan.

“Kemarin kita pikir yang dari pusat itu cukup, ternyata setelah dibagikan ke lapangan tidak cukup. Makanya kita sudah diskusi dengan bidang untuk nanti lewat APBD perubahan, kita coba usulkan lagi,” terang Johana.

DP3AP2KB pun berencana mengajukan tambahan pengadaan melalui anggaran perubahan APBD Mimika demi memastikan layanan KB, termasuk untuk program vasektomi, dapat berjalan optimal. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement