Advertisement
Kabar Kesehatan
Home » Dinkes Mimika Fokus Tekan Malaria dan Kejar Target Penemuan Kasus TBC

Dinkes Mimika Fokus Tekan Malaria dan Kejar Target Penemuan Kasus TBC

MIMIKA BERKABAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus menggencarkan upaya pengendalian dua penyakit menular utama, yakni Malaria dan Tuberkulosis (TBC). Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, saat ditemui di Kantor BPKAD pada Rabu (25/2/2026).

Dalam upaya penurunan angka Malaria, Reynold menekankan pentingnya pengendalian faktor lingkungan yang menjadi sarang nyamuk. Pihaknya tidak hanya bekerja sendiri, tetapi aktif melibatkan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk.

“Kami meningkatkan fungsi Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk kemudian berkolaborasi dan bersinergi dengan masyarakat serta kader kesehatan. Ini menjadi keterpaduan dalam upaya kita, termasuk dalam hal pengadaan 2 juta tes malaria,” ujar Reynold Ubra.

Lebih lanjut, Reynold Ubra mengungkapkan bahwa Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu indikator kunci pembangunan kesehatan di Kabupaten Mimika yang masih menghadapi tantangan berat.

Tantangan utamanya bukan hanya mencapai target, tetapi justru jumlah kasus yang ditemukan jauh lebih banyak dari perkiraan. Dijelaskan bahwa untuk deteksi TBC, anggaran yang disiapkan mencapai tiga kali lipat atau sekitar Rp50.000 per tes.

MAITUA Diluncurkan, Pemkab Mimika Ingin Data Antar-OPD Terintegrasi dan Jadi Dasar Kebijakan

“Dari perkiraan kami yang semula menargetkan deteksi 15.000 suspek, kami justru menemukan 2.000 kasus positif. Ini menjadi beban tersendiri, namun harus kami tangani,” ungkapnya.

Ia memaparkan data bahwa kasus TBC di Mimika setiap tahunnya berkisar antara 10.000 hingga 15.000 suspek yang diperiksa. Dari jumlah tersebut, angka kasus yang ditemukan konsisten tinggi.

“Dari 10.000 hingga 15.000 orang yang kami coba deteksi, ternyata kasusnya selalu di atas perkiraan. Oleh karena itu, kami harus lebih giat lagi dalam mencari kasus TBC,” tambahnya.

Meski angka penemuan kasus tinggi, jika dibandingkan dengan rata-rata nasional, prevalensi TBC di Mimika masih tergolong rendah. Angka kasus TBC per 100.000 penduduk di Mimika tercatat 700, atau sekitar tiga tahun lebih rendah dari angka nasional.

“Target kami adalah meningkatkan deteksi kasus TBC di Mimika, sekaligus memastikan keberhasilan pengobatan,” tegas Ubra.

Pemkab Mimika Siap Tarik Puluhan Mobil Dinas Mantan Pejabat

Ia menyoroti capaian keberhasilan pengobatan (success rate) yang masih perlu ditingkatkan. Jika secara nasional target keberhasilan pengobatan TBC adalah 95%, maka di Kabupaten Mimika hingga tahun 2025, capaiannya baru berada di angka 76,6%.

Guna memutus rantai penularan, Dinkes Mimika melakukan sejumlah inovasi. Selain memastikan pengobatan berjalan optimal, mereka juga memberikan edukasi dan buku pedoman kepada pasien.

“Saya sangat senang karena kita akhirnya sudah mendapatkan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran). Dengan ini, untuk pengobatan TBC tidak perlu lagi dirujuk ke kota. Kita bisa lakukan penanganan langsung di kampung-kampung, termasuk meningkatkan terapi pencegahan, khususnya untuk penduduk di bawah 15 tahun yang tinggal serumah dengan pasien TBC. Ini adalah salah satu konsep penting dalam pencegahan,” pungkas Reynold Ubra. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement