MIMIKA BERKABAR – Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, terdiri dari lima kampung, yaitu Kampung Ayuka, Amamapare, Omawita, Fanamo, dan Ohotya.
Wilayah ini secara geografis berbatasan langsung dengan laut, sehingga fenomena air pasang yang masuk ke perkampungan menjadi hal yang biasa terjadi setiap tahunnya.
Yulius Katagame, Kepala Distrik Mimika Timur Jauh menjelaskan bahwa ketinggian air pasang biasanya mencapai antara 36 hingga 50 centimeter, bahkan di beberapa titik seperti di kampung Ohotya, air pasang bisa mencapai satu meter.
Fenomena ini terutama terjadi pada akhir tahun, antara bulan November hingga Desember, serta pada bulan April.
“Meskipun air pasang ini tidak menyebabkan kerugian material yang signifikan, dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah pada kesehatan. Penyakit kulit dan muntaber menjadi masalah kesehatan yang sering muncul selama musim air pasang.”ujar Yulius, Jumat (28/11/2025).
Penanganan atas dampak kesehatan tersebut sudah dilakukan oleh puskesmas setempat. Selain itu, pemerintah distrik juga tengah membangun talut atau siol sebagai penahan air agar air pasang tidak masuk ke perkampungan.
Proyek pembangunan talut ini sedang berjalan dengan rencana panjang lebih dari satu kilometer, dan saat ini telah dibangun sekitar 200 meter di kampung Ohotya, mulai dari bibir pantai.
Fenomena air pasang yang terjadi secara alami ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Distrik Mimika Timur Jauh, namun upaya mitigasi terus dilakukan agar dampak negatifnya dapat diminimalkan. (red)

























Komentar