MIMIKA BERKABAR.COM– Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting, Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama kader Posyandu Kampung Mawokauw Jaya mulai menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada enam keluarga sasaran.
Kegiatan yang digagas oleh BKKBN Provinsi Papua Tengah dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ini berlangsung pada Rabu (24/6/2026).

Ketua PKK sekaligus Ketua Posyandu Kampung Mawokauw Jaya, Dewi Talubun, mengungkapkan bahwa penyaluran tahap awal diberikan kepada dua keluarga sasaran, yakni satu ibu hamil dan satu balita yang terdampak stunting. Adapun empat keluarga lainnya akan menerima bantuan serupa pada sore hari yang sama.
“Kami memberikan bantuan berupa dua rak telur yang cukup untuk konsumsi selama dua minggu, susu SGM untuk balita, serta susu Prenagen untuk ibu hamil. Hanya enam keluarga sasaran dampingan kami yang menerima bantuan ini,” jelas Dewi saat ditemui di lokasi, Rabu (24/6/2026).

Dewi menambahkan bahwa setelah dua minggu, pihaknya akan kembali turun melakukan pemantauan sekaligus menyalurkan jatah telur berikutnya.
Dalam setiap kunjungan, para kader juga rutin menimbang dan mengukur berat badan serta tinggi badan anak guna mengevaluasi efektivitas intervensi gizi yang diberikan.

Selain pendistribusian bahan pangan, para kader Posyandu juga memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi.
Dewi menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan dapat diperoleh dari bahan-bahan lokal yang mudah dijangkau, seperti daun kelor yang banyak tumbuh di pekarangan rumah.
“Kami ingin mengedukasi mereka bahwa makanan sehat itu bisa didapat dari lingkungan sekitar, seperti daun kelor atau bahan pangan lokal lainnya. Ini penting agar program ini berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada bantuan,” ujarnya.
Kampung Mawokauw Jaya yang merupakan binaan Kampung KB dari BKKBN Provinsi Papua Tengah mencatatkan kemajuan menggembirakan dalam penanganan stunting.
Dewi menyebut bahwa jumlah kasus stunting di kampung tersebut kini menyisakan 15 anak dan telah memasuki masa pemulihan, di mana kondisi berat badan mereka mulai menunjukkan perbaikan.
“Dulu jumlah anak dengan stunting cukup banyak, tapi berkat kolaborasi semua pihak mulai dari pemerintah kampung, kader yang bekerja dengan hati nurani, hingga dukungan BKKBN dan DP3AP2KB Kabupaten Mimika kini kasusnya terus berkurang dan kami optimis bisa pulih total,” pungkasnya.
Ia berharap melalui program PMT dan edukasi yang berkelanjutan, angka stunting di Kampung Mawokauw Jaya dapat terus ditekan, sehingga seluruh anak dapat tumbuh sehat dan optimal sesuai usianya. (Red)
























Komentar