MIMIKA BERKABAR.COM– Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya bersama berbagai pemangku kepentingan resmi membentuk tim malaria kampung dalam sebuah forum koordinasi yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Mei 2026, di Balai Kampung Mawokauw Jaya.
Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya, Perdhaki, Keuskupan Timika, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kementerian Kesehatan RI, serta Organisasi Bebas Malaria.
Ketua Panitia, Yohanes Erwin Prayogo Raharusun yang juga mewakili SSR Paroki St. Stefanus Sempan, menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, membangun komitmen, serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam percepatan eliminasi malaria.
“Pertama, membangun kesepahaman dan komitmen bersama. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban mereka, serta menyusun koordinasi antara pemerintah kampung, tokoh masyarakat, dan tim teknis di lapangan. Ketiga, menghimpun saran dan kesepakatan masyarakat untuk program-program ke depan,” ujar Yohanes.

Ia juga mengusulkan adanya draf peraturan kampung (Perkampung) yang memberikan payung hukum bagi kader malaria di setiap RT.
“Dengan aturan yang jelas, kader bisa bergerak optimal dan masyarakat tahu bahwa di kampung ini ada regulasi khusus untuk memberantas malaria,” tambahnya.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, petugas kesehatan, serta kader malaria.
Penanggung jawab Program Malaria Kabupaten Mimika, Imelda Ohoiledjaan, menyampaikan bahwa Kampung Mawokauw Jaya merupakan kampung dengan kasus malaria terendah di wilayah kerja Puskesmas Wania.
“Kami membangun komitmen bersama dengan tokoh kunci, kepala kampung, kader, dan guru. Kampung Mawokauw Jaya adalah yang terendah kasusnya. Ini modal besar untuk eliminasi. Kami optimis eliminasi bisa dimulai dari tingkat RT dan kampung, terutama dari kampung ini,” jelasnya.

Imelda juga menekankan peran penting kader sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan. “Kader adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat. Mereka menyampaikan informasi, melakukan pemeriksaan, dan memastikan masyarakat mendapat akses layanan malaria. Saya berharap kader terus bergerak untuk menjangkau masyarakat yang masih minim informasi,” tuturnya.
Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra, mengajak seluruh warga bergerak serempak mencegah malaria.
“Pencegahan malaria tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan paket dalam program eliminasi malaria. Sampai saat ini, malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang menghambat produktivitas dan ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Edyson mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kader-kader yang turun langsung ke masyarakat dapat menekan angka malaria, tidak hanya di Kampung Mawokauw Jaya tetapi juga di seluruh Kabupaten Mimika.
“Dengan adanya tim malaria kampung, kita optimis eliminasi malaria akan segera terwujud,” pungkasnya. (Red)

























Komentar