MIMIKA BERKABAR.COM-Langkah ini bertujuan menjamin bahwa seluruh daging kurban yang beredar telah memenuhi standar kelayakan kesehatan dan aman untuk dikonsumsi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan setempat, drh. Yetty Herviyanti Taramen, menyampaikan bahwa proses pemeriksaan berlangsung mulai dari tahap sebelum pemotongan hingga pasca-pemotongan dan pendistribusian.
Menurut Yetty, pada Rabu lalu petugas telah melakukan pemeriksaan antemortem, yaitu pengecekan kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih. Pemeriksaan ini guna memastikan hewan kurban dalam keadaan sehat, layak, dan memenuhi syarat untuk dikurbankan.
Kemudian, pada tanggal 27 Mei 2026, petugas akan dikerahkan ke sejumlah masjid guna melakukan pemeriksaan postmortem, yakni pengecekan daging pasca-penyembelihan.
“Petugas akan turun langsung ke lapangan kembali untuk memastikan daging kurban yang diberikan kepada masyarakat itu benar-benar aman, sehat, dan layak dimakan,” ujar Yetty saat ditemui pada Jumat (22/5/2026).
Ia menambahkan, tahun ini sekitar 16 masjid masuk dalam daftar lokasi yang akan diperiksa. Penentuan lokasi didasarkan pada data yang telah diterima dinas, serta koordinasi dengan pengurus masjid terus dijalin agar proses inspeksi berjalan lancar.
Selain memeriksa daging kurban, petugas juga akan memantau tata cara penanganan daging di lokasi pemotongan. Panitia kurban akan diberi arahan mengenai kebersihan dan metode penanganan daging yang baik sehingga kualitasnya tetap terjaga hingga sampai ke tangan masyarakat.
“Kami berharap seluruh rangkaian penyembelihan dan pendistribusian daging kurban bisa berlangsung sesuai standar kesehatan. Dengan begitu, masyarakat merasa aman dan nyaman saat menerima maupun mengonsumsinya,” pungkasnya. (Red)

























Komentar