Advertisement
Kabar Ekonomi Kabar Kesehatan Kabar Papua Kabar Pemerintahan
Home » Pemkab Mimika Gelar Workshop BLUD untuk Puskesmas, Targetkan 7 Puskesmas Baru

Pemkab Mimika Gelar Workshop BLUD untuk Puskesmas, Targetkan 7 Puskesmas Baru

MIMIKA BERKABAR.COM– Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar workshop penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada fasilitas kesehatan di lingkungan Pemkab Mimika, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Timika, Papua Tengah, itu dibuka langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, ditandai dengan pemukulan tifa.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Mimika, para kepala puskesmas se-Kabupaten Mimika, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

BLUD merupakan pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik dengan prinsip bisnis yang efisien, namun tetap tanpa orientasi mencari keuntungan.

Penanggung jawab BLUD sekaligus Kepala Bidang Kesehatan Lanjutan, Kefarmasian, dan Alat Kesehatan, Farida, menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan rencana strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan yang menargetkan 80 persen puskesmas di Indonesia berstatus BLUD pada 2029.

MAITUA Diluncurkan, Pemkab Mimika Ingin Data Antar-OPD Terintegrasi dan Jadi Dasar Kebijakan

Hingga saat ini, sebanyak 13 dari total 26 puskesmas di Mimika telah berstatus BLUD, terdiri dari 10 puskesmas di wilayah kota dan 3 puskesmas di wilayah pedalaman.

Tahun ini, Pemkab Mimika menargetkan penambahan 7 puskesmas, yakni Puskesmas Atuhka, Kokonau, Ipaya, Jita, Mapar, dan Alama.

“Tentunya kami optimis target Kemenkes akan tercapai lebih awal. Berkat dukungan penuh dari Pemkab Mimika, kami terus mendorong puskesmas di wilayah pesisir agar segera berproses. Meski saat ini ada 6 puskesmas lainnya yang masih dalam persiapan, kami berkomitmen untuk mempercepat proses penambahan,” ujar Farida.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Golvierd Maturbongs, menambahkan bahwa puskesmas BLUD sangat tergantung pada pengelolaan anggaran yang efisien dan mendukung pembiayaan dari BPJS Kesehatan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menyerahkan Piagam.

“Puskesmas tidak lagi sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah. Mereka mandiri dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban dana operasional. Sumber utama dana ini berasal dari klaim BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Pemkab Mimika Siap Tarik Puluhan Mobil Dinas Mantan Pejabat

Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan jajaran puskesmas yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat Mimika.

“Pertama sekali, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada puskesmas dan seluruh tenaga kesehatan yang telah membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Mimika,” ujar Johannes.

Ia juga menyoroti tantangan pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan yang masih menghadapi persoalan keamanan dan keterbatasan transportasi.

“Walau ada puskesmas di wilayah gunung yang menghadapi persoalan keamanan dan kendala kendaraan, pemerintah daerah Kabupaten Mimika tetap akan berusaha bersama Dinas Kesehatan,” katanya.

Menurut Johannes, penerapan BLUD pada fasilitas kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempercepat pengelolaan anggaran dan kebutuhan operasional di setiap puskesmas.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

“Sesuai visi dan misi Kabupaten Mimika, masyarakat semua harus hidup sehat,” tegasnya.

Workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan pemaparan materi terkait tata kelola BLUD bagi fasilitas kesehatan di Mimika.

Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ini juga sejalan dengan perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan fasilitas pelayanan publik di Mimika. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement