MIMIKA BERKABAR.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar pelatihan juru imunisasi bagi 80 orang bidan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) se-Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan layanan imunisasi yang aman dan berkualitas.
Ketua panitia, Jeni Rante Tasik, dalam laporannya menyampaikan bahwa imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang efektif untuk mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) sekaligus menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak.
Menurut Jeni, Puskesmas Pembantu memiliki peran strategis dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah sulit dijangkau fasilitas kesehatan.
Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Pustu menjadi hal yang sangat penting.
“Melalui pelatihan ini, para nakes diharapkan dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan sehingga pelayanan imunisasi dapat diberikan secara aman, bermutu, efektif, dan sesuai standar. Bidan yang bertugas di Pustu memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan imunisasi kepada masyarakat,” ujar Jeni.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi bidan menjadi hal krusial agar pelaksanaan imunisasi di tingkat pelayanan dasar dapat berjalan optimal.
Menurutnya, seorang bidan tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan imunisasi secara tepat dan sesuai prosedur, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam memberikan edukasi serta advokasi kepada masyarakat.
Godfried menjelaskan, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada keterampilan petugas dalam memberikan vaksin, tetapi juga pada kemampuan mereka dalam membangun pemahaman masyarakat.
“Pelaksanaan imunisasi diharapkan bukan hanya berjalan dengan baik, tetapi tenaga kesehatan di Pustu juga harus terus meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan imunisasi,” kata Godfried.
Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, para peserta mampu meningkatkan keterampilan dalam pemberian imunisasi, pencatatan dan pelaporan pelayanan, serta pemantauan dan penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Dengan meningkatnya kompetensi para tenaga kesehatan, Godfried optimistis pelayanan imunisasi di Kabupaten Mimika dapat semakin berkualitas dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Selain itu, peserta diharapkan mampu meningkatkan peran bidan dalam mendukung peningkatan cakupan imunisasi di wilayah kerja masing-masing,” pungkasnya. (Red)





















Komentar