Advertisement
Kabar Ekonomi Kabar Kampung
Home » Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya Salurkan BLT Dana Desa Triwulan I dan II Tahun 2026 kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat

Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya Salurkan BLT Dana Desa Triwulan I dan II Tahun 2026 kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat

MIMIKA BERKABAR.COM-Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk Triwulan I- Triwulan II Tahun 2026 (Januari, Februari, Maret). (April, Mei, Juni).

Penyerahan bantuan ini berlangsung di balai kampung Mawokauw Jaya pada, Kamis (16/7/2026) dan diberikan kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Suasana

Kegiatan penyerahan BLT ini dihadiri oleh Sekretaris Distrik Wania, Alan Jaya Tassa, S.E.; Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra; serta para Bhabinkamtibmas Kampung Mawokauw Jaya, Ketua RT dan para staf Kampung Mawokauw Jaya.

Dalam sambutannya, Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra, menyampaikan permohonan maaf atas adanya keterlambatan dalam penyaluran bantuan ini.

Menurutnya, keterlambatan tersebut disebabkan oleh perpanjangan masa jabatan kepala kampung pada tahun 2025 yang mengakibatkan proses pengusulan penerima bantuan baru dapat dilakukan beberapa waktu lalu.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

“Proses usulan agak terlambat, maka hari ini Bapak-Ibu diundang untuk datang ke sini sebagai keluarga penerima manfaat BLT,” ujar Edyson Rafra.

Edyson Rafra menjelaskan bahwa penyaluran BLT ini mengacu pada Peraturan Desa tentang prioritas penyusunan kegiatan serta penggunaan Dana Desa tahun sebelumnya.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan pada tahun 2026 mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025, terdapat 84 Kepala Keluarga (KK) yang menerima BLT, namun pada tahun 2026 hanya 14 KK yang menerima. Penurunan drastis ini disebabkan oleh pemangkasan anggaran Dana Desa secara nasional.

Edyson Rafra, Kepala Kampung Mawokauw Jaya saat menyampaikan arahan.

Edyson Rafra memaparkan, pada tahun sebelumnya anggaran Dana Desa mencapai Rp800 juta, namun pada tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp370 juta.

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Kondisi ini sejalan dengan kebijakan nasional di mana BLT Dana Desa 2026 tidak lagi ditentukan berdasarkan persentase pagu Dana Desa, melainkan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan desa.

Suasana

Lebih lanjut, Edyson Rafra menyampaikan bahwa dengan terbatasnya anggaran, pemerintah kampung tidak dapat mengakomodasi semua usulan kegiatan di Musrenbang Kampung awal tahun 2026.

Prioritas kegiatan diarahkan pada program-program yang menjadi fokus pemerintah pusat, yaitu penanganan stunting dan ketahanan pangan.Untuk pembangunan fisik, kampung hanya memfokuskan pada pembangunan drainase di RT 10 yang merupakan program lanjutan dari tahun 2025.

Penyerahan BLT kepada warga

“Waktu kita sudah siap menggal, akhirnya kita tidak bisa melanjutkan program. Jadi kita usahakan untuk tahun ini kita selesaikan di RT 10,” jelasnya.

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, pemerintah kampung juga membagikan bibit ternak dan ikan (lele dan nila) kepada masyarakat.

Bawaslu Mimika Perkuat Pengawasan, Sosialisasi Cegah Politik Uang Digelar

Edyson Rafra berharap pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat mengelola program ketahanan pangan ini dengan baik sehingga hasilnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Karena Dana Desa menurun, lampu-lampu yang rusak di kampung dapat diperbaiki dengan koordinasi dari BUMDes atau ada bantuan-bantuan yang memang bisa diberikan,” tambahnya.

Adapun besaran bantuan yang diterima setiap KPM adalah Rp900 ribu untuk periode Triwulan I dan II. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan untuk dua triwulan (Triwulan I dan II) mencapai Rp1,8 juta per KPM.

Sekretaris Distrik Wania, Alan Jaya Tassa, S.E., memberikan apresiasi atas penyaluran BLT yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya.

Ia juga menanggapi penurunan jumlah penerima bantuan dari 84 orang pada tahun 2025 menjadi hanya 14 orang pada tahun 2026.”Perlu dimaklumi, seluruh Indonesia mengalami defisiensi anggaran. Dari 84 orang penerima BLT tahun 2025 lalu, hari ini hanya 14 orang. Tentu pengurangan ini sangat signifikan,” ujar Alan Jaya Tassa.

Ia berharap agar di tahun-tahun mendatang jumlah penerima bantuan dapat kembali bertambah seiring dengan membaiknya kondisi anggaran.

Kepada para penerima bantuan, Alan Jaya Tassa berpesan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian BLT secara langsung kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat yang hadir di lokasi. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement