MIMIKA BERKABAR – Pemerintah Kelurahan Wanagon menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang menghasilkan 66 usulan program dari berbagai Rukun Tetangga (RT).
Seluruh usulan tersebut telah terakomodir dalam sistem perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), meski sejumlah kegiatan masih memerlukan pembukaan akses di sistem agar dapat diinput.
Kepala Kelurahan Wanagon, Yance Bunei, saat ditemui pada Kamis (5/3/2026) menjelaskan bahwa usulan yang masuk berasal dari aspirasi warga di 20 RT yang tersebar di wilayah Kelurahan Wanagon.
“Program yang kemarin diusulkan dari setiap RT sebanyak 66 usulan, dan semuanya sudah terakomodir dalam sistem Bappeda. Namun, ada beberapa kegiatan yang belum terbuka dalam sistem, sehingga nanti kami akan meminta tim Bappeda untuk membuka nama kegiatan tersebut agar bisa diinput kembali,” ujar Yance Bunei.
Ia mencontohkan salah satu usulan yang dinilai sangat prioritas, yaitu pengadaan mebel air untuk kantor kelurahan. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan sarana dan prasarana yang sangat urgen untuk mendukung kelancaran tugas pelayanan publik di Kelurahan Wanagon.
“Kami akan meminta tim Bappeda untuk membuka akses agar usulan ini bisa dimasukkan. Hampir rata-rata kelurahan juga mengusulkan hal serupa. Contoh lainnya adalah pengadaan komputer yang sangat penting dalam pelayanan terhadap masyarakat. Saat ini, warga yang datang ke kelurahan sangat membutuhkan fasilitas yang memadai, dan kami harap pengadaan ini bisa segera terwujud,” jelasnya.
Selain itu, Yance Bunei menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah yang paling mendesak, antara lain pengadaan lampu jalan, pengaspalan jalan lingkungan, penyediaan air bersih, serta penyediaan tempat sampah.
Menurutnya, akses air bersih masih menjadi persoalan utama karena hingga kini masih banyak warga yang belum mendapatkan akses yang layak.
Tak hanya infrastruktur fisik, aspek keamanan juga menjadi perhatian dalam Musrenbang kali ini. Masyarakat mengusulkan pembangunan pos polisi induk di wilayah SP2 Kelurahan Wanagon.
“Dari hasil musyawarah, warga mengusulkan agar di wilayah SP2 dibangun pos polisi induk. Ini penting karena jika terjadi masalah, dapat segera diselesaikan dan dilaporkan ke pihak kepolisian. Usulan ini muncul mengingat situasi keamanan yang dinilai kurang kondusif di beberapa titik,” ungkap Yance.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat dalam Musrenbang sangat tinggi, melibatkan berbagai unsur seperti tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta kader posyandu dari 20 RT di Kelurahan Wanagon.
Dengan telah tersusunnya 66 usulan program tersebut, Pemerintah Kelurahan Wanagon berharap agar seluruh prioritas pembangunan dapat segera direalisasikan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. (Red)
























Komentar