Advertisement
Kabar Kota
Home » Kabupaten Mimika Targetkan Revolusi Pengelolaan Sampah Melalui Peluncuran Bank Sampah di Mimika Baru

Kabupaten Mimika Targetkan Revolusi Pengelolaan Sampah Melalui Peluncuran Bank Sampah di Mimika Baru

MIMIKA BERKABAR – Kabupaten Mimika memulai era baru dalam pengelolaan sampah dengan peluncuran program Bank Sampah pada 3 Oktober 2025.

Acara yang berlangsung di Lapangan Jayanti, Jalan Yos Sudarso, Distrik Mimika Baru dihadiri oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob yang secara resmi meluncurkan inisiatif strategis untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

Peluncuran ini ditandai dengan pelepasan balon sebagai simbol harapan dan komitmen, serta penyerahan mobil pick up kepada distrik untuk mendukung operasional pengumpulan sampah di tingkat kelurahan.

Dalam pidatonya, Bupati Rettob menyampaikan keprihatinannya terhadap masalah sampah yang menyebabkan banjir dan pencemaran lingkungan.

“Kita harus bertindak cepat! Sampah bukan hanya masalah, tetapi juga potensi ekonomi yang terbuang percuma,” tegasnya.

MAITUA Diluncurkan, Pemkab Mimika Ingin Data Antar-OPD Terintegrasi dan Jadi Dasar Kebijakan

Bupati mengungkapkan bahwa Mimika menghasilkan 100 ton sampah setiap hari dari tiga distrik utama.

“Jika dikelola dengan benar, sampah ini bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi masyarakat,” tambahnya.

Program Bank Sampah ini bertujuan untuk mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi. Pemerintah daerah berencana merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah agar lebih efektif dan relevan dengan kondisi saat ini.

Investasi dalam teknologi juga menjadi prioritas, dengan rencana pembelian mesin pemilah sampah otomatis pada tahun 2026.

“Visi kami adalah mengubah TPA menjadi tempat pengolahan sampah modern, bukan sekadar tempat pembuangan. Kami ingin menciptakan pabrik pengolahan sampah yang menghasilkan produk bernilai ekonomi,” jelas Bupati.

Pemkab Mimika Siap Tarik Puluhan Mobil Dinas Mantan Pejabat

Terinspirasi oleh keberhasilan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas, Bupati mengajak masyarakat Mimika untuk mengubah perilaku dan pola pikir terhadap sampah.

“Di Banyumas, sampah dianggap sebagai barang berharga. Kita harus mencontoh semangat itu,” katanya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah akan menggandeng pihak ketiga untuk mengelola sampah dengan anggaran yang memadai.

Selain itu, program kebersihan lingkungan akan diperluas hingga ke tingkat RT, dengan sanksi tegas bagi aparat yang tidak menjalankan tugas dengan baik.

Kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) juga menjadi bagian penting dari program ini. BNI akan menyediakan fasilitas rekening bagi masyarakat yang ingin menjual sampah, serta mendukung sosialisasi program di sekolah-sekolah.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Bupati juga mengajak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Pengelolaan sampah medis juga akan dilakukan secara khusus bekerja sama dengan perusahaan dari Makassar.

“Mari kita mulai dari diri sendiri, dari rumah kita masing-masing. Pilah sampah, kelola sampah, dan jadikan sampah sebagai sumber pendapatan,” ajak Bupati.

Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay menjelaskan bahwa program bank sampah sudah dimulai sejak 1 Juli 2025. Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Pemerintah Distrik Mimika Baru merekrut 22 tenaga pemilah sampah dari seluruh kelurahan di wilayah Mimika Baru.

“Mereka dikontrak untuk bekerja selama enam bulan dengan upah setara UMK serta mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Joel.

Pada bulan pertama, para pekerja turun langsung ke lapangan melakukan sosialisasi tentang cara memilah sampah rumah tangga, mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, tetapi memilahnya untuk dijual dan mendapatkan uang.

“Para pekerja juga mengikuti pelatihan pengelolaan sampah di Bank Sampah Induk Timika. Saat ini, mereka sudah mulai bekerja melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik yang nantinya akan didaur ulang atau dijual kembali,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement