MIMIKA BERKABAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika baru-baru ini merilis data inflasi untuk bulan Oktober 2025.
Data tersebut menunjukkan bahwa Timika mengalami inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 1,55 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,74. Kenaikan ini disumbang terutama oleh naiknya harga makanan dan biaya perawatan pribadi.
Dalam rilis yang dikirimkan BPS Kabupaten Mimika kepada Redaksi MimikaBerkabar.com pada Jumat (7/11/2025), Ketua Tim Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM, Barbara C. T. Barends, S.ST, menjelaskan bahwa inflasi y-on-y ini disebabkan oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen, sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak hingga 17,56 persen,” ujarnya.
Barbara menambahkan, kenaikan harga makanan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan musim, gangguan pasokan, atau peningkatan permintaan.
Sementara itu, kenaikan biaya perawatan pribadi dan jasa lainnya disebabkan oleh peningkatan biaya salon, barbershop, spa, atau jasa perawatan lainnya.
Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan sebesar 0,14 persen. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan tarif dasar listrik, kenaikan harga bahan bakar, atau peningkatan biaya perawatan rumah.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 0,67 persen. Kenaikan ini bisa disebabkan oleh peningkatan harga bahan baku, biaya produksi, atau biaya transportasi.
Kelompok kesehatan juga mencatat kenaikan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 2,87 persen. Kenaikan ini bisa disebabkan oleh peningkatan biaya obat-obatan, biaya konsultasi dokter, atau biaya perawatan rumah sakit.
Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga mengalami kenaikan sebesar 2,99 persen. Hal ini bisa disebabkan oleh peningkatan harga tiket masuk tempat rekreasi, biaya peralatan olahraga, atau biaya pertunjukan budaya.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat kenaikan sebesar 3,51 persen. Kenaikan ini bisa disebabkan oleh peningkatan harga bahan baku makanan, biaya operasional restoran, atau peningkatan permintaan.
Namun, tidak semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks.
Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami penurunan sebesar 1,35 persen. Hal ini bisa disebabkan oleh penurunan harga bahan baku, peningkatan efisiensi produksi, atau penurunan permintaan.
Kelompok transportasi juga mengalami penurunan sebesar 0,20 persen. Hal ini bisa disebabkan oleh penurunan harga bahan bakar, peningkatan efisiensi transportasi, atau penurunan permintaan.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan sebesar 0,01 persen. Hal ini bisa disebabkan oleh penurunan tarif internet, biaya telepon, atau biaya jasa keuangan.
Terakhir, kelompok pendidikan mengalami penurunan sebesar 0,15 persen. Hal ini bisa disebabkan oleh penurunan biaya sekolah, biaya kuliah, atau biaya pelatihan.
Secara keseluruhan, data inflasi ini memberikan gambaran tentang dinamika harga di Timika pada bulan Oktober 2025.
Kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran menunjukkan adanya tekanan inflasi, sementara penurunan harga pada kelompok pengeluaran lainnya menunjukkan adanya faktor-faktor yang menekan inflasi.
Pemerintah daerah dan pihak terkait perlu terus memantau perkembangan inflasi ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memilih produk atau jasa yang lebih terjangkau. (red)

























Komentar