Advertisement
Kabar Ekonomi Kabar Kampung Kabar Papua Kabar Pemerintahan
Home » Herman Gafur Usulkan Bahasa Daerah Amungme dan Kamoro Masuk Kurikulum Sekolah

Herman Gafur Usulkan Bahasa Daerah Amungme dan Kamoro Masuk Kurikulum Sekolah

MIMIKABERKABAR.COM – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mimika, Herman Gafur, mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mewajibkan pengajaran bahasa daerah Amungme dan Kamoro di sekolah-sekolah sebagai upaya melestarikan identitas budaya masyarakat asli Mimika.

Menurut Herman, bahasa daerah merupakan bagian penting dari warisan budaya yang harus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan yang memasukkan bahasa Amungme dan Kamoro ke dalam kurikulum muatan lokal pada seluruh jenjang pendidikan.

“Kita jangan sampai terjebak hanya pada program-program nasional, sementara hal yang menjadi identitas budaya kita justru ditinggalkan. Bahasa daerah Amungme dan Kamoro harus tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Herman menilai pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diterapkan secara nyata melalui dunia pendidikan agar anak-anak dapat mempelajarinya sejak usia dini.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat menerbitkan regulasi yang mewajibkan setiap sekolah mengajarkan bahasa daerah Amungme dan Kamoro sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal.

1.844 ASN Mimika Belum Ikut Profiling, Bupati Tegaskan Jadi Pertimbangan Promosi Jabatan

“Saya lebih tertarik jika ada kurikulum lokal yang mewajibkan pengajaran bahasa Amungme dan Kamoro di sekolah. Dengan begitu, anak-anak kita tetap mengenal bahasa leluhurnya dan tidak kehilangan jati diri,” katanya.

Menurut Herman, keberagaman budaya yang dimiliki Mimika merupakan kekayaan daerah yang harus dijaga bersama. Ia mengingatkan bahwa tanpa upaya pelestarian yang serius, generasi mendatang berpotensi tidak lagi mengenal bahasa daerah mereka sendiri.

“Jangan sampai nanti anak-anak kita tidak bisa lagi berbahasa Amungme atau Kamoro. Kalau itu terjadi, kita akan kehilangan salah satu identitas penting masyarakat Mimika,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat bersinergi dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai bagian dari upaya mempertahankan kekayaan budaya Kabupaten Mimika. (Red)

Bupati Mimika: Jika Udara Aman, Pembatasan Sekolah Dicabut

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement