Advertisement
Kabar Kota Kabar Papua Kabar Pemerintahan
Home » GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis Ke-VI, Pilih Pemimpin Periode 2026-2031

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis Ke-VI, Pilih Pemimpin Periode 2026-2031

MIMIKA BERKABAR.COM– Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Klasis Mimika menggelar Sidang Klasis Ke-VI Periode 2026-2031 di salah satu hotel di Timika, Jumat (19/6/2026).

Sidang yang merupakan forum tertinggi di tingkat klasis ini bertujuan mengevaluasi pelayanan, memperkuat organisasi, menyusun arah pelayanan, serta memilih Badan Pekerja Klasis (BPK) dan Badan Pertimbangan dan Pengawasan Klasis (BP2K) GPDP Klasis Mimika periode 2026-2031.

Mengusung tema “Mewujudkan Gereja yang Tangguh, Profesional, dan Relevan dalam Mendukung Pembangunan, Kerohanian, dan Pemberdayaan Masyarakat di Tanah Papua,” sidang ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Ambaa, mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan tifa bersama oleh Ketua Umum Sinode GPDP Pdt. Dr. Robert R. Marini, M.Th dan Ketua Badan Pekerja Daerah GPDP Provinsi Papua Tengah Pdt. Yoyada Pambaba.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Sinode GPDP Pdt. Dr. Robert R. Marini, M.Th menyampaikan tiga pesan utama yang selaras dengan tema sidang.

MAITUA Diluncurkan, Pemkab Mimika Ingin Data Antar-OPD Terintegrasi dan Jadi Dasar Kebijakan

Ia menekankan bahwa GPDP saat ini memiliki enam Badan Pekerja Daerah di seluruh provinsi di Tanah Papua serta 37 klasis, dan GPDP Klasis Mimika merupakan salah satu klasis dengan peran strategis.Pesan pertama, gereja harus tangguh.

“Ketangguhan harus lahir dari iman yang kokoh kepada Kristus, tetap setia memberitakan Injil, serta menjadi penegak kebenaran di tengah berbagai perubahan sosial dan moral yang terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan budaya di Tanah Papua, gereja harus memiliki fondasi kuat dan tidak mudah digoyahkan.

Tema ini, lanjutnya, sangat visioner karena didasarkan pada Firman Tuhan dalam 1 Korintus 15:58 yang mengingatkan umat Tuhan untuk tetap berdiri teguh, tidak goyah, dan giat dalam pekerjaan Tuhan.

Pesan kedua adalah profesionalisme dalam pelayanan gereja. “Profesional berarti kita mengelola pelayanan, administrasi, keuangan, dan sumber daya manusia dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Pelayanan yang asal-asalan harus ditinggalkan,” tegasnya.

Pemkab Mimika Siap Tarik Puluhan Mobil Dinas Mantan Pejabat

Ia menambahkan, gereja membutuhkan sistem dan manajemen pelayanan yang tertata dengan baik agar berkat Tuhan dapat disalurkan secara efektif kepada jemaat dan masyarakat.Pesan ketiga, gereja harus relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Pdt. Robert, gereja tidak boleh hanya fokus mengurus kepentingan internal, tetapi harus hadir menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Gereja harus relevan dengan kebutuhan riil masyarakat Papua, khususnya masyarakat Mimika. Gereja harus berani menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Ia menjelaskan, gereja perlu terlibat dalam pembangunan kerohanian melalui pembinaan mental dan karakter umat, sekaligus aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan ekonomi jemaat, pendidikan, kesehatan, serta membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Mengakhiri sambutannya, Pdt. Robert mengajak seluruh peserta sidang untuk meninggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok serta mengutamakan kepentingan pelayanan gereja.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

“Mari kita duduk bersama dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan dipimpin Roh Kudus untuk mengevaluasi pelayanan yang lalu serta merumuskan program-program kerja yang berdampak nyata bagi masa depan gereja,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sidang Klasis GPDP Klasis Mimika Ke-VI Tahun 2026, Pdt. Reno Asmuruf, dalam laporannya menjelaskan panitia telah mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan mulai dari administrasi, surat-menyurat, undangan, jadwal dan tata tertib sidang, konsumsi, perlengkapan, dekorasi, dokumentasi, keamanan, kesehatan, akomodasi hingga transportasi.

Ia mengakui proses persiapan tidak mudah karena terdapat berbagai keterbatasan dan tantangan, namun seluruh tahapan dapat terlaksana berkat pertolongan Tuhan dan dukungan berbagai pihak.

Atas nama panitia, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Ketua Umum Sinode GPDP beserta jajaran, Ketua BPD GPDP Papua Tengah, Ketua Klasis GPDP Mimika, Ketua BP2K Klasis Mimika, para gembala jemaat, donatur, keluarga, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan doa, dana, tenaga, dan pikiran.

Pdt. Reno menegaskan Sidang Klasis bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum rohani untuk memperbarui komitmen pelayanan kepada Tuhan. “Perbedaan pendapat dalam sidang adalah hal yang wajar, tetapi harus disampaikan dengan kasih, hormat, dan tanggung jawab demi kebaikan pelayanan Tuhan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjaga suasana persidangan agar tetap tertib, damai, dan penuh persaudaraan, serta menghindari perdebatan yang tidak membangun.

Menurutnya, tema dan subtema sidang mengandung pesan penting bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk bertumbuh secara rohani, tetapi juga hadir secara nyata dalam kehidupan umat dan masyarakat.

“Gereja harus kuat dalam iman, tertib dalam organisasi, profesional dalam pelayanan, dan relevan dalam menjawab kebutuhan zaman,” ujarnya.

Pdt. Reno menambahkan, GPDP Klasis Mimika memiliki tanggung jawab besar dalam membina umat, memperkuat keluarga, membangun generasi muda, menjaga persatuan, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan kerohanian, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Mimika dan Tanah Papua.

Mengakhiri laporannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement