MIMIKA BERKABAR – Distrik Wania dinobatkan sebagai juara pertama dalam Mimika Innovation Week 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika. Penghargaan ini diraih dalam Kategori Inovasi Pemerintahan Distrik.
Penetapan pemenang dilakukan setelah melalui serangkaian tahapan, mulai dari pendaftaran hingga presentasi di hadapan dewan juri yang berlangsung di Kantor Bappeda Mimika pada tanggal 1-3 Oktober 2025.
Penyerahan penghargaan langsung oleh Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa pada perayaan HUT Mimika di Kantor Pusat Pemerintahan, Rabu, 8 Oktober 2025.

Merlyn Temorubun S. STP saat berfoto bersama.
Berikut adalah daftar lengkap pemenang dalam kategori ini:
- Juara 1: KAWE NIA (Kanal Warga Elektronik Distrik Wania) – Distrik Wania
- Juara 2: SADATA-MBJ (Satu Data Distrik Mimika Barat Jauh) – Distrik Mimika Barat Jauh
- Juara 3: MIRU-G (Mimika Recycle Ultimate-Green Action) – Distrik Mimika Baru
- Juara 4: Batik Ecoprint – Distrik Mimika Timur
- Juara 5: SI-PEDAL (Sistem Informasi Pelayanan Digital) – Distrik Kwamki Narama
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, didampingi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyerahkan hadiah berupa piala, piagam, laptop, tablet, dan insentif anggaran sebesar Rp300 juta kepada Yulius Koga (Kepala Dinas Ketahanan Pangan), Merlyn Temorubun (Plt. Kepala Distrik Wania), perwakilan Bagian Hukum Setda Mimika, dan Onna Bunga (Kepala PKM Mapurujaya).
Bupati Mimika, Johannes Rettob menyampaikan bahwa Pemkab Mimika akan menyiapkan anggaran insentif inovasi sebesar Rp. 4 miliar pada tahun 2026 untuk OPD yang meraih juara I, II, III, serta harapan I dan II.
Anggaran ini akan digunakan untuk mendukung program dan kegiatan inovasi yang dilakukan oleh OPD tersebut, bukan dalam bentuk uang tunai serta untuk memfasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas inovasi mereka.
Merlyn Temorubun S. STP, Kepala Distrik Wania menjelaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi tim yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, terutama Kampung Maukaow Jaya dan Kampung Nawaripi, serta dukungan dari Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, dan Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM) untuk warga yang kurang mampu.
Inovasi KAWE NIA menghasilkan produk layanan unggulan yang original dan tanpa modifikasi memanfaatkan WhatsApp dan kecerdasan buatan (AI) tanpa mengurangi fungsi sosial dan tetap mempertahankan fungsi RT sebagai perekat sosial. Diharapkan, inovasi ini dapat direplikasi di setiap distrik.
Merlyn juga mengharapkan dukungan dana sebesar Rp. 300 juta dari pemerintah untuk pengembangan KAWE NIA, termasuk perbaikan server dan pelatihan aparatur kampung agar mereka dapat menggunakan teknologi dan beradaptasi dengan kemajuan zaman. (Red)

























Komentar