Advertisement
Kabar Pemerintahan
Home » Disperindag Mimika Perketat Pengawasan BBM, Sistem Ganjil-Genap Diberlakukan

Disperindag Mimika Perketat Pengawasan BBM, Sistem Ganjil-Genap Diberlakukan

MIMIKA BERKABAR.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Biosolar, di sejumlah SPBU di Timika.

Langkah ini dilakukan untuk mengatur antrean sekaligus memastikan distribusi BBM bersubsidi lebih merata.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan pengawasan dilakukan selama satu minggu dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.

Pemantauan dilakukan di empat SPBU, yakni SPBU SP2, Nawaripi, Hasanuddin, dan Kilo 8. Dari hasil pemantauan, penyaluran Biosolar masih berjalan dengan baik, meskipun antrean kendaraan masih terlihat di SPBU tertentu.

“Secara umum, penyaluran masih berjalan terkendali. Kepadatan di SPBU SP2 terjadi karena adanya penataan ulang lokasi pengisian bagi kendaraan tertentu,” ujar Sabelina, Senin (10/8/2026).

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Untuk mengurangi kepadatan dan mengatur distribusi, Pemkab Mimika memberlakukan sistem ganjil-genap bagi kendaraan yang menggunakan Biosolar.

Kendaraan dengan nomor polisi ganjil mendapatkan jadwal pengisian setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sedangkan kendaraan dengan nomor polisi genap dilayani pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Sabelina mengatakan penerapan jadwal tersebut akan dibarengi dengan pengawasan di lapangan. Petugas akan memastikan kendaraan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan sehingga proses pengisian dapat berlangsung lebih tertib.

“Kami akan melakukan evaluasi di lapangan selama satu minggu. Apabila semua pihak mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan, diharapkan antrean dapat lebih tertib dan kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi tetap terpenuhi,” katanya.

Disperindag juga meminta pengelola SPBU dan pihak Pertamina memperhatikan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi agar tidak terjadi penyimpangan dan BBM dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

“Kuncinya ada pada pengawasan bersama serta kepatuhan terhadap jadwal. Kami ingin BBM bersubsidi disalurkan secara tertib, adil, dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement