MIMIKA BERKABAR – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelolah dana kemitraan PT Freeport Indonesia, menerapkan kebijakan baru dalam pendaftaran ulang siswa setelah libur semester.
Pendaftaran ulang yang dilaksanakan pada Jumat(23/01/2026) ini, bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.
Kepala Sekolah SATP, Sonianto Kuddi, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini meliputi konsekuensi bagi siswa yang terlambat kembali ke asrama.
“Kami memberikan batas waktu hingga hari ini. Siswa yang terlambat akan dikenakan sanksi sebagai bagian dari upaya pendisiplinan,” ujarnya.
Sanksi yang diberikan berupa pembatasan aktivitas di luar kompleks asrama. Sementara itu, siswa yang datang tepat waktu akan diberikan apresiasi sebagai bentuk motivasi.
Sonianto juga menyampaikan apresiasi kepada YPMAK dan PT Freeport Indonesia atas dukungan terhadap program pendidikan di SATP.
Kepala Asrama SATP, Wilhelmus Wanmang, menambahkan bahwa dari total 1170 siswa, 935 di antaranya telah melakukan pendaftaran ulang. Pihaknya menargetkan 1000 siswa dapat kembali mendaftar pada hari ini.
“Kami membuka kesempatan terakhir bagi orang tua untuk mendaftarkan putra-putrinya hingga pukul 16.00,” jelasnya.
Siswa yang terlambat akan diminta melapor dan akan dievaluasi komitmennya terhadap pendidikan di SATP.
Selain itu, mereka juga akan mendapatkan sanksi berupa tugas tambahan seperti membersihkan lingkungan asrama dan penyitaan izin keluar asrama selama satu semester.
Wilhelmus menegaskan bahwa pihak asrama tidak menerapkan kekerasan fisik dalam mendisiplinkan siswa.
“Sanksi yang kami berikan bersifat mendidik dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Dukungan terhadap kebijakan baru ini juga datang dari tokoh masyarakat Banti, Joni Magal. Ia menekankan pentingnya pendidikan dan kedisiplinan bagi generasi muda Papua.
“Pendidikan adalah kunci untuk membangun Papua yang lebih baik. Saya mendukung penuh kebijakan asrama untuk mendisiplinkan siswa,” kata Joni Magal.
Ia juga meminta agar siswa yang melanggar aturan, seperti bolos, diberikan tindakan tegas.
“Jika ada siswa yang malas dan sering bolos, lebih baik dikeluarkan saja. Fasilitas di asrama sudah sangat lengkap, jadi manfaatkanlah dengan baik,” pungkasnya.
Pihak asrama berharap seluruh siswa, baik dari tingkat SD maupun SMP, dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di SATP dengan penuh semangat dan disiplin. (Red)

























Komentar