MIMIKA BERKABAR – Dalam rangka Reses Tahap II Tahun 2025, Herman Tangke,S.T., Anggota DPRK asal IV dari Partai Demokrat menjaring aspirasi masyarakat Kelurahan Inauga.
Pertemuan yang berlangsung di Jalan Pongtiku pada Selasa (7/10/2025) itu dihadiri oleh perwakilan warga dan perangkat kelurahan yang menyampaikan berbagai keluhan dan harapan.
Dalam sambutannya, Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar menyampaikan apresiasi atas kedatangan anggota dewan, ini menjadi suatu penghargaan bagi kami. Terima kasih kepada Pak Dewan yang luar biasa untuk mendengar aspirasi masyarakat di Kelurahan Inauga.
Sementara adapun beberapa perwakilan warga menyampaikan aspirasi mereka secara langsung:
1. Petrus (RT 12): Permintaan Peninggian Jalan dan drainase dimana ia secara tegas meminta perhatian untuk satu program prioritas: peninggian jalan (telling) dan pembangunan saluran drainase di Lorong Pongtiku, RT 12, ia menekankan pentingnya fokus pada satu program yang benar-benar terealisasi.
“Dari pada program banyak-banyak tidak ada hasilnya, lebih baik satu yang berhasil. Kami hanya mengusulkan satu program ini,” pintanya.
2. Markus (RT 17): Pembentukan Kelompok Ekonomi, dia mengusulkan pembentukan kelompok ekonomi, seperti Kelompok Tani atau Koperasi penjualan sembako yang dapat menampung seluruh warga dalam satu kompleks.
“Dalam satu atau dua tahun ke depan, mungkin bisa dimasukkan. Jadi, semua orang bisa terlibat dan merasakan manfaatnya,” harap Markus.
3. Adriana meminta agar program ternak babi untuk pemberdayaan perempuan, ia berharap ada pendataan dan pengadaan bibit babi sebagai stimulan bagi masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Herman Tangke memberikan respons dan penjelasan tentang Jalan Lorong Pongtiku, ia mengakui bahwa masalah banjir di lorong tersebut adalah persoalan klasik. Ia berjanji akan mengajak dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan survei.
“Saya akan usahakan bersama teman-teman di DPR lainnya. Mudah-mudahan tahun depan kita berusaha karena masa jabatan kami masih ada 4 tahun ke depan,” ujarnya.
Sedangkan tentang kelompok ekonomi, Herman menyambut baik usulan pembentukan kelompok tani yang dinilainya lebih mudah direalisasikan. Namun, untuk pendirian koperasi, ia menjelaskan perlu adanya badan hukum yang lebih formal.
“Jadi, nanti kita koordinasi lebih lanjut. Untuk kelompok tani cukup dengan mendaftar anggotanya,” jelasnya.
Kegiatan reses ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara warga dan pemerintah daerah sehingga aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti menjadi program kerja yang nyata. (red)























Komentar