MIMIKA BERKABAR.COM– Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-I Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi digelar dengan mengusung tema besar “Menebar Cahaya Al-Quran dalam Harmoni, Menuju Papua Tengah yang Berkeadaban.
“Rangkaian kegiatan perlombaan berlangsung di Aula MI At-Taqwa pada Rabu-Kamis (15-16/7/2026).
Salah satu cabang lomba yang mendapat perhatian adalah Karya Tulis Ilmiah (KTI) Al-Quran. Koordinator cabang lomba KTI, M. Irsyadillah M, SH.MH, menjelaskan bahwa cabang ini memiliki spesifikasi berbeda karena menuntut peserta untuk menuangkan gagasan ilmiah yang mengaitkan isi kandungan ayat-ayat suci Al-Quran dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
“Peserta diwajibkan menulis karya tulis ilmiah yang mengandung tafsir atau nilai-nilai dari ayat Al-Quran, kemudian menghubungkannya dengan cabang keilmuan tertentu. Hasil tulisan tersebut selanjutnya dipresentasikan langsung di hadapan dewan hakim,” ujar Irsyadillah di sela-sela kegiatan.
Dari total 7 kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah, cabang KTI Al-Quran tahun ini hanya diikuti oleh 3 kabupaten dengan total 4 tim peserta.
Rinciannya, Kabupaten Timika mengirimkan 2 tim yang terdiri dari perwakilan putra dan putri, sementara Kabupaten Dogio dan Kabupaten Nabire masing-masing mengirimkan 1 tim perwakilan putri.
Adapun dewan hakim yang bertugas pada cabang ini berjumlah 6 orang, didukung oleh 1 sekretaris dan 1 panitera.
Menariknya, meskipun secara jadwal awal perlombaan dialokasikan selama dua hari, berdasarkan hasil kesepakatan dalam technical meeting antara dewan hakim dan seluruh peserta, waktu perlombaan dipadatkan menjadi satu hari penuh.
“Hingga sore nanti, seluruh dewan hakim dari berbagai cabang akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan para pemenang. Insyaallah, hasil akhir sekaligus penutupan MTQ Provinsi Papua Tengah akan diumumkan pada malam hari ini,” tambahnya.
Kategori yang dilombakan dalam cabang KTI Al-Quran ini kategori pelajar SMA hingga usia 22 tahun dan kategori usia 22 hingga 24 tahun.
Dengan semangat keharmonisan dan keadaban, ajang ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Papua Tengah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mendalam pemahaman keislamannya. (Red)
























Komentar