MIMIKA BERKABAR.COM– Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Masjid Baiturrahman SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Jumat (12/6/2026). Ribuan jemaah dan peserta memadati lokasi pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Mimika ke-XIII yang mengusung tema besar: “Cahaya Alquran Pemersatu Jiwa, Meneguhkan Harmoni Menuju Mimika Emas”.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, hadir langsung memimpin seremoni. Hadir pula jajaran Forkopimda, anggota DPRD, Basarnas, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Haji, Ketua FKUB, Ketua MUI, Ketua Baznas, Ketua PHBI, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Mimika.

Ketua Panitia, Ustadz Firdaus Amir, SE, melaporkan bahwa MTQ tahun ini terbilang istimewa. Untuk pertama kalinya, seleksi dilakukan secara berjenjang hingga tingkat distrik. Sebanyak 268 peserta resmi terdaftar, berasal dari lima distrik, yaitu:
· Distrik Kuala Kencana: 58 orang
· Distrik Mimika Baru: 64 orang
· Distrik Mimika Timur: 37 orang
· Distrik Iwaka: 86 orang
· Distrik Wania: 86 orang
“Ini momentum bersejarah. Dalam pelaksanaan MTQ ke 13 di Mimika, baru kali ini berbasis kafilah distrik dan digelar di wilayah pemekaran.
Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati atas dukungan penuh sehingga kegiatan berjalan lancar.
Selamat bertanding!” ujar Firdaus disambut tepuk tangan meriah.
Ketua Umum LPTQ Mimika, Drs. H. Muh Darwis, M.IKom, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaan.
Menurutnya, MTQ tahun ini berbeda karena memperkenalkan Piala Bergilir Bupati dan Wakil Bupati Mimika.
“Lihatlah piala yang ada di depan kita. Mulai tahun ini, distrik yang keluar sebagai juara umum berhak membawa pulang piala bergengsi ini. Kami juga meminta kepada Bapak Bupati agar mulai tahun depan, seluruh distrik di Mimika diberikan dana khusus untuk menggelar MTQ tingkat distrik masing-masing,” tegas Darwis.
Ia juga menyoroti program pembinaan tilawah sejak dini. “Tahun ini kami datangkan 17 pembina dari Bima, Bandung, Makassar, dan berbagai daerah untuk menopang Mimika menjadi juara umum di MTQ Provinsi Papua Tengah. Harapan kami, dua tahun ke depan, seluruh anak binaan lokal yang tumbuh dari kecil bisa menjadi juara,” tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang bekerja keras menyukseskan kegiatan.
“Kehadiran kita semua malam ini adalah bukti nyata toleransi dan kedamaian. MTQ bukan hanya festival budaya, tetapi juga upaya memperkaya identitas spiritual kita bersama.
Mari kita jaga kerukunan umat beragama di Mimika yang sangat beragam ini,” pesan Gabriel.
Sambutan paling menginspirasi datang dari Bupati Johannes Rettob. Ia mengawali dengan rasa syukur karena MTQ ke-XIII bisa terselenggara setelah 26 tahun perjalanan Mimika.

“Baru kali ini MTQ melibatkan distrik secara penuh. Atas nama pemerintah daerah, saya ucapkan terima kasih dan bangga luar biasa,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba mencari juara.“Maknanya jauh lebih besar. MTQ adalah momentum pembinaan, membumikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Kita ingin melahirkan generasi yang beriman, bertaqwa, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Di tengah derasnya teknologi dan perubahan sosial, Alquran harus menjadi benteng dan living Quran yang mengubah karakter manusia,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa Mimika adalah daerah super beragam, suku, bahasa, budaya, dan agama.“Karena itu, tema Cahaya Alquran Pemersatu Jiwa sangat tepat.
MTQ ini menjadi sumber persatuan. Mari kita hirup kedamaian, saling hormat, dan gunakan nilai-nilai Alquran untuk memperkuat harmoni menuju Mimika Emas.
”Di akhir sambutan, Johannes Rettob berpesan kepada dewan hakim untuk bekerja objektif dan adil, serta kepada seluruh peserta agar menjadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kualitas diri.
“Selamat berlomba. Tunjukkan bahwa Mimika mampu melahirkan qari-qariah hebat yang bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional!” pungkasnya.
Dengan tabuhan beduk dan lantunan ayat suci yang menggema, MTQ ke-XIII Kabupaten Mimika resmi dibuka. Gelaran yang akan berlangsung beberapa hari ke depan ini diharapkan melahirkan bibit-bibit unggul dan menjadikan Mimika sebagai pusat pembinaan tilawah di Papua Tengah. (Red)
























Komentar