MIMIKABERKABAR – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mimika bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar kegiatan UMKM Go International yang dirangkai dengan Seremonial Ekspor Perdana UMKM Berorientasi Ekspor Kabupaten Mimika Tahun 2026.
Acara berlangsung di Kantor UPBU Bandar Udara Mozes Kilangin, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha lokal di Mimika untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional melalui ekspor komoditas unggulan daerah.
Bupati Mimika, Johannes Rettob menegaskan bahwa produk-produk UMKM Mimika memiliki kualitas dan potensi besar untuk bersaing di pasar global.
Pemerintah daerah, kata Rettob, akan terus memberikan dukungan melalui penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga perluasan akses pemasaran.
“UMKM Mimika harus naik kelas dan mampu bersaing di tingkat internasional. Produk kita punya kualitas dan potensi besar untuk dijual ke pasar dunia,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membuka akses pasar internasional bagi produk lokal.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, instansi vertikal, pelaku usaha, hingga pihak transportasi dan karantina menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan UMKM ekspor di Mimika.
“Pemerintah terus berkomitmen memberikan dukungan melalui pelatihan, penguatan SDM, promosi, dan sinergi program agar UMKM Mimika semakin maju,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mimika, Yudi Amirullah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pelepasan ekspor, melainkan simbol bahwa produk-produk asal Mimika telah mampu bersaing di pasar internasional.
Ia mengungkapkan, nilai devisa ekspor melalui Timika pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,29 miliar dengan volume ekspor sebesar 21,5 ton. Sedangkan hingga pertengahan tahun 2026, nilai ekspor telah mencapai sekitar Rp1,059 miliar dengan volume 19,24 ton.
Komoditas utama ekspor tahun ini adalah kepiting bakau hidup dengan negara tujuan Malaysia dan Singapura. Sejumlah pelaku usaha yang aktif melakukan ekspor di antaranya PT Hoki Laut Perkasa dan PT Harapan Pandemi Aneka Jaya.
Perwakilan Kepala UPBU Mozes Kilangin, Edi Siswanto, menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung kelancaran proses ekspor UMKM dari Mimika, baik dari sisi pelayanan, personel, maupun fasilitas penunjang.
Di sisi lain, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menilai ekspor perdana tersebut merupakan hasil nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong produk lokal Mimika agar mampu diterima pasar dunia.
“Produk Mimika adalah produk berkualitas ekspor. Tugas kita bersama menjaga kualitas dan kontinuitas produk agar mampu memenuhi standar internasional,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak UMKM berorientasi ekspor di Kabupaten Mimika.
Ekspor perdana tahun 2026 ini sekaligus menjadi bukti bahwa sektor perikanan, pertanian, dan produk olahan lokal Mimika memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global serta mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Ekspor ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal bagi UMKM Mimika untuk terus tumbuh, menembus pasar dunia, dan membawa nama daerah ke tingkat internasional,” pungkasnya.(Red)




















Komentar