MIMIKA BERKABAR – Ruang operasi di Rumah Sakit Waa Banti dijadwalkan mulai beroperasi pada 26 Juni 2026 sebagai bagian dari persiapan akreditasi rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, mengatakan layanan bedah akan dirancang dalam konsep pelayanan terpadu.
“Pada 26 Juni 2026 sudah harus ada tindakan operasi. Kami desain pelayanannya satu pintu, termasuk unit transfusi darah, supaya rujukan bisa ditekan,” ujarnya.
Selain peningkatan layanan bedah, Dinas Kesehatan juga menyiapkan rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan yang telah didukung jaringan internet dan listrik, serta membentuk tim telemedicine untuk membantu tenaga medis di wilayah terpencil.
“Tenaga kesehatan di daerah sulit bisa langsung berkonsultasi tanpa harus selalu merujuk pasien,” katanya.
Saat ini jumlah tenaga kesehatan di Mimika tercatat 2.169 orang. Namun, kebutuhan dokter masih belum ideal dibandingkan jumlah penduduk yang terus bertambah.
“Dokter di puskesmas baru 79 orang. Kalau mengacu pada rasio standar, kita masih kekurangan cukup banyak,” ungkapnya.
Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.“Efisiensi bukan berarti mengurangi layanan. Kami maksimalkan tenaga yang ada dan perkuat pelayanan dasar,” tegas Reynold. (Red)





















Komentar