Advertisement
Kabar Kota
Home » Pemkab Mimika Targetkan Penanaman Jagung 500 Hektare dengan Jenis Hibrida Dua Tongko

Pemkab Mimika Targetkan Penanaman Jagung 500 Hektare dengan Jenis Hibrida Dua Tongko

MIMIKA BERKABAR — Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan penanaman jagung seluas 500 hektare di sejumlah wilayah, termasuk kawasan timur Mimika.

Penanaman dan pembukaan lahan akan difokuskan di Distrik Iwaka dan wilayah Mimika Timur, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pertanian lokal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudarmono, menyampaikan bahwa jenis jagung yang akan ditanam adalah hibrida dua tongkol, yang memiliki produktivitas tinggi dan cocok untuk pakan ternak maupun konsumsi masyarakat.

“Penanaman jagung ini menggunakan jenis hibrida dua tongkol yang produktivitasnya lebih tinggi dan cocok untuk pakan ternak serta konsumsi masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Program ini juga mendukung sektor peternakan, karena jagung menjadi bahan utama pakan ternak, terutama ternak babi. “Sekitar 65 persen kebutuhan pakan ternak babi berasal dari jagung, sehingga program ini sangat penting untuk mendukung industri peternakan lokal,” tambah Abdul Haris.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Meski demikian, pelaksanaan program menghadapi tantangan berupa curah hujan tinggi yang tidak menentu, sehingga kualitas jagung bisa menurun. Jagung yang tidak segera dikeringkan berisiko rusak atau berjamur.

“Kalau jagung tidak dijemur dalam tiga hari, bisa rusak dan berjamur, bahkan beratnya menyusut karena kadar air tinggi,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan menyediakan alat pengering jagung guna menjaga kualitas hasil panen. Dukungan lain bagi petani termasuk subsidi pupuk, alat pertanian, dan peralatan kecil seperti kultivator.

Selain itu, pengembangan jagung manis tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta diterapkan sistem tumpang sari dengan komoditas lain seperti buncis dan cabai.

Dengan masa panen sekitar tiga bulan, petani berpeluang melakukan hingga empat kali panen dalam setahun. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung sekaligus kesejahteraan petani di Kabupaten Mimika, sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. (red)

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement