MIMIKA BERKABAR.COM – Pemerintah Kampung Kadun Jaya, Distrik Wanita, telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada 15 kepala keluarga penerima manfaat untuk triwulan I yaitu Bulan Januari, Februari, Maret dan triwulan II yakni Bulan April, Mei, Juni 2026.
Kepala Kampung Kadun Jaya, Elias Yawa, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap per triwulan. Setiap penerima mendapatkan Rp900 ribu per triwulan, sehingga total bantuan yang diterima selama dua triwulan mencapai Rp1,8 juta per kepala keluarga, atau setara Rp300 ribu per bulan.

“Pembagian sudah kami lakukan sejak Jumat lalu untuk 15 keluarga penerima manfaat,” ujar Elias Yawa saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).
Meski jumlah penerima tahun ini tercatat 15 kepala keluarga, lebih sedikit dibandingkan tahun 2025 lalu. Elias menegaskan bahwa kuota tersebut murni berdasarkan data dari pemerintah pusat, bukan kewenangan pemerintah kampung.
“Kami dari pemerintah kampung belum bisa memastikan adanya penambahan karena ini berdasarkan data pusat. Kami sudah sampaikan kepada masyarakat, dan mereka mengaku sangat bersyukur bisa menerima bantuan ini,” tambahnya.

Namun, Elias menyampaikan satu keluhan yang muncul dari warga penerima. Mereka mengeluhkan ketentuan yang menyatakan bahwa penerima BLT tidak dapat memperoleh bantuan sosial lainnya karena satu program diperuntukkan bagi satu penerima.
Sementara itu, Kampung Kadun Jaya memiliki 12 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar dalam tiga dusun, masing-masing dusun mencakup empat RT.Elias berharap pemerintah pusat dapat meninjau kembali kebijakan penyaluran BLT ke depan, khususnya terkait jumlah penerima.
“Kami berharap pemerintah juga bisa melihat bantuan ini dan kalau bisa menaikkan lagi kuota warga penerima. Karena masih banyak warga kami di Kampung Kadun Jaya yang belum terdata ada yang baru, tetapi belum mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para penerima BLT agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.”Kami meminta kepada masyarakat penerima bantuan agar menggunakan dana ini untuk hal-hal produktif yang dapat membantu perekonomian keluarga, bukan untuk membeli barang-barang yang tidak berguna,” pungkasnya. (Red)




















Komentar