MIMIKA BERKABAR – Lembaga Anti Narkotika (LAN) Mimika menggelar Pelatihan Dasar Assessment bagi puluhan relawan anti narkotika, sebagai upaya nyata meningkatkan kapasitas dalam penanganan awal penyalahgunaan zat adiktif.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas, Pengetahuan, dan Keterampilan Sumber Daya Manusia dalam Pelaksanaan Kegiatan Assessment Dasar yang Mendukung Tugas dan Fungsi Organisasi”, dengan menghadirkan narasumber ahli dari pusat, dr. Hari Nugroho, Pengawas Rehabilitasi Narkoba Direktorat Pascarehabilitasi BNN RI.
Ketua LAN Mimika, Mawar Soplanit, Senin (15/12/2025) menjelaskan tujuan pelatihan tersebut untuk membekali relawan dan duta anti narkotika dengan pengetahuan serta keterampilan komprehensif mulai dari deteksi dini di lapangan hingga proses rehabilitasi, khususnya bagi anak-anak yang terjerat kecanduan zat seperti lem aibon dan narkotika lainnya.
Lebih dari 70 relawan dari berbagai latar belakang, antara lain sekolah-sekolah, pemuda gereja, pemuda masjid, dan komunitas masyarakat, terlibat aktif dalam kegiatan ini.
“Pemahaman tentang langkah-langkah deteksi hingga pemulihan diharapkan dapat menjadi bekal nyata untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Timika,” jelasnya.
Data tahun 2025 menunjukkan kontribusi nyata LAN Mimika dalam menangani kasus anak-anak pecandu zat adiktif. Sebanyak 10 anak usia sekolah berusia 7 hingga 12 tahun yang kecanduan lem aibon telah berhasil disembuhkan, kembali ke keluarga, dan melanjutkan pendidikan.
Selain itu, empat anak lainnya yang terjerat narkoba ditangani berdasarkan laporan langsung dari orang tua, memungkinkan proses assessment dilakukan secara mandiri.
“Kami mengapresiasi keterbukaan orang tua. Ini adalah langkah tepat dalam menyelamatkan masa depan anak-anak yang pada dasarnya merupakan korban dari bahaya zat adiktif,” ungkap Mawar.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Inosensius Yoga Pribadi, menyampaikan apresiasi kepada LAN Mimika.
“LAN Mimika konsisten membantu pemerintah dalam menangani persoalan narkotika. Di tengah pesatnya pertumbuhan Kabupaten Mimika, persoalan narkotika menjadi tantangan serius yang memerlukan kolaborasi seluruh pihak,” katanya.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah awal penting. “Ini adalah upaya membekali relawan agar mampu menangani permasalahan di masyarakat, dengan kehadiran LAN yang sangat berarti dalam menyelamatkan generasi muda Mimika,” pungkasnya. (Red)





















Komentar