Advertisement
Kabar Kesehatan Kabar Kota
Home » Nakes Jila Masih di Timika, Tunggu Kepastian Keamanan Sebelum Kembali Bertugas

Nakes Jila Masih di Timika, Tunggu Kepastian Keamanan Sebelum Kembali Bertugas

MIMIKA BERKABAR.COM – Pelayanan kesehatan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, belum kembali berjalan seperti sebelumnya setelah seluruh tenaga kesehatan dievakuasi ke Timika akibat situasi keamanan yang sempat memanas pada pertengahan Agustus 2026.

Hingga Jumat (11/9/2026), para tenaga kesehatan masih berada di Timika. Mereka belum bersedia kembali ke Jila sebelum memperoleh kepastian mengenai keamanan dan keselamatan selama menjalankan tugas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Golfried Maturbongs, mengatakan pemerintah daerah memahami kekhawatiran para tenaga kesehatan tersebut. Menurutnya, jaminan keamanan menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan sebelum petugas kembali ditempatkan di Jila.

“Yang menjadi permintaan mereka adalah adanya kepastian bahwa mereka bisa bekerja dengan aman. Pemerintah daerah tentu melihat dan mempertimbangkan kondisi keamanan sebelum mengambil keputusan untuk mengembalikan mereka,” kata Golfried saat ditemui wartawan di Grand Tembaga Hotel, Timika, Jumat (11/9/2026).

Para tenaga kesehatan sebelumnya dievakuasi menyusul serangkaian insiden keamanan yang terjadi di Distrik Jila. Pada 17 Agustus 2026, terjadi penembakan yang menyebabkan seorang anggota TNI meninggal dunia.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Sehari kemudian, 18 Agustus, sembilan remaja putri warga lokal dilaporkan menjadi korban penculikan.Situasi tersebut membuat pemerintah mengambil langkah evakuasi terhadap tenaga kesehatan sebagai upaya mengantisipasi risiko terhadap keselamatan petugas.

Golfried mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Bupati Mimika Johannes Rettob untuk menentukan langkah selanjutnya. Dinas Kesehatan juga terus mengikuti perkembangan kondisi keamanan di Jila sebelum pelayanan kesehatan kembali dibuka.

“Kita masih menunggu perkembangan situasi keamanan. Kalau kondisi kamtibmas sudah benar-benar kondusif, tentu kita akan melihat kemungkinan untuk mengembalikan tenaga kesehatan ke Jila,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak situasi keamanan di Jila tidak hanya dirasakan sektor kesehatan. Aktivitas pelayanan publik lainnya, seperti pendidikan dan pemerintahan distrik, juga ikut terdampak.

“Yang terdampak bukan hanya pelayanan kesehatan. Pendidikan dan pemerintahan distrik juga membutuhkan kondisi yang aman agar dapat kembali berjalan,” jelasnya.

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Untuk memastikan kondisi keamanan, Pemerintah Kabupaten Mimika terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat keamanan. Langkah tersebut diperlukan sebelum menentukan kebijakan terkait pengembalian para tenaga kesehatan ke wilayah tugasnya.

Golfried menegaskan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat Jila tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, keselamatan tenaga kesehatan juga harus menjadi pertimbangan utama agar mereka dapat menjalankan tugas tanpa berada dalam kondisi yang membahayakan.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement