Advertisement
Kabar Kota
Home » Karang Taruna Mimika Gelar Raker, Fokus Tangani Masalah Sosial dan Pendataan Masyarakat

Karang Taruna Mimika Gelar Raker, Fokus Tangani Masalah Sosial dan Pendataan Masyarakat

MIMIKA BERKABAR – Karang Taruna Kabupaten Mimika menggelar Rapat Kerja I Pengurus Daerah masa bakti 2025-2030 pada Selasa (30/12) dengan tema “Generasi Tanggung Mandiri, dan inklusif Menuju Indonesia Emas”. Acara yang dihadiri Bupati Mimika ini menjadi awal perjalanan organisasi selama lima tahun ke depan.

Sebagai Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Mimika, Vincensius Opoka menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah daerah yang membuat rapat bisa berjalan lancar.

“Masalah sosial sangat nyata di Kabupaten Mimika, terutama terkait penggunaan media online oleh anak muda. Karakter organisasi kita menjadi kunci sebagai mitra pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga mengumumkan rencana pembentukan struktur Karang Taruna di seluruh wilayah Kabupaten Mimika tahun depan, mencakup 18 distrik, kelurahan, dan 133 kampung.

“Kita akan mengeluarkan surat resmi yang menjelaskan tugas dan tantangan yang harus dijalankan oleh pengurus di setiap tingkatan,” tambahnya.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob menegaskan bahwa semua anggaran terkait Karang Taruna akan dikelola melalui Dinas Sosial sesuai dengan tujuan pembentukannya. Ia mengingatkan pengurus untuk benar-benar menjalankan tugas sosial dan kemanusiaan.

“Kalian harus bekerja sama dengan pemerintah kelurahan, RT, dan pihak terkait lainnya untuk mendata masyarakat Mimika secara akurat. Ini juga menjadi bagian dari upaya menangani kemiskinan yang selama ini sering menjadi perdebatan,” kata Bupati.

Peraturan Bupati terkait telah disusun dan akan segera dibagikan, dengan fokus pada perjalanan pemerintah 5 tahun ke depan.

Bupati juga menekankan pentingnya generasi muda yang energik, mandiri, dan memiliki integritas, serta akan secara langsung memantau pelaksanaan kerja Karang Taruna.

“Saya mengharapkan kalian juga bisa bekerja sama dengan lembaga agama dan organisasi masyarakat lainnya. Jangan hanya membuat program tapi tidak menjalankannya, minimal 80% program harus bisa diwujudkan setiap tahun, tidak boleh hanya 30%,” Pungkasnya. (Red)

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement