MIMIKA BERKABAR – Jemaat GKII Pos PI Eklesia yang berlokasi di Jalan Busiri Ujung menggelar ibadah perayaan Natal yang istimewa dengan mengadakan acara bakar batu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 24 Desember 2025, di halaman gereja dan dihadiri oleh seluruh anggota jemaat.
Dalam perayaan tersebut, jemaat menggabungkan ibadah Kristen dengan tradisi lokal masyarakat Papua, khususnya suku Moni, melalui acara bakar batu yang merupakan warisan budaya turun-temurun.

Pendeta Yanis Kobogau menjelaskan acara bakar batu ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi wujud nyata penyatuan iman Kristen dengan identitas budaya kami sebagai bentuk ungkapan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.
Ia juga mengingatkan jemaat untuk selalu bersyukur dan mencari harapan, serta bertekad agar jemaat terus tumbuh dan berdampak positif dalam pelayanan.
“Kami percaya berkat dan kasih sayang Tuhan selalu menyertai kami setiap tahun, sehingga kami harus terus bertumbuh dan memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Pendeta Yanis juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas bantuan hibah sebesar 700 juta rupiah dari pemerintah untuk pembangunan gereja.
“Saat ini pembangunan sudah mencapai 80 persen dan kami berharap segera dapat diselesaikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sergius Duitau, salah satu anggota jemaat GKII Pos PI Eklesia turut mengungkapkan rasa syukurnya atas jemajuan pembangunan gereja ini sebagai bukti kasih dan kemurahan Tuhan, serta dukungan yang luar biasa dari pemerintah dan seluruh jemaat.
“Kami sangat bersyukur atas semua ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa selain dukungan pemerintah, tujuh marga dalam jemaat GKII Eklesia juga berperan penting dalam pembangunan gereja. Ketujuh marga tersebut adalah Tipagau, Kobogau, Japugau, Zanambani, Duwitau, Sondegau, dan Wamuni. (red)






















Komentar