MIMIKA BERKABAR – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Jefri Deda, mengakui antusias masyarakat terhadap program bank sampah di Kota Timika masih rendah, meski pihak distrik telah menyosialisasikan manfaatnya kepada warga.
Menurut Jefri, program bank sampah sebenarnya telah disiapkan dan masyarakat juga sudah diberikan pelatihan. Namun hingga kini, partisipasi warga untuk mengumpulkan dan menyerahkan sampah ke bank sampah masih minim.
“Antusias warga masih rendah, walaupun dari pihak distrik sudah menyampaikan manfaat dari program bank sampah kepada masyarakat. Kami juga sudah melakukan pelatihan, sehingga sekarang tinggal bagaimana warga bisa mulai datang dan menabung sampah di bank sampah,” ujar Jefri usai menghadiri RDP di kantor DPR Kabupaten Mimika, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, program bank sampah sudah mulai dijalankan sejak beberapa tahun lalu, namun belum berjalan maksimal karena kurangnya keterlibatan masyarakat.
Jefri menilai perlu adanya peran aktif dari aparat kelurahan, RT, hingga tokoh masyarakat untuk membantu menyosialisasikan program tersebut.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi masalah, tetapi bisa memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.
“Kita harus sosialisasikan kepada warga bahwa sampah plastik ini bukan sekadar dibuang, tapi bisa dikumpulkan dan punya nilai ekonomi, bahkan bisa menjadi uang,” ujarnya.
DLH Mimika berharap melalui sosialisasi yang terus dilakukan, masyarakat dapat lebih aktif dalam program bank sampah sehingga pengelolaan sampah di Kota Timika bisa berjalan lebih baik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga. (red)





















Komentar