MIMIKA BERKABAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat dan Pencegahan Kebakaran di SMK Negeri 2 Mapuru Jaya, Distrik Mimika Timur pada Kamis (9/10/2025).
Kegiatan ini berlangsung lima sekolah berbeda yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari kalangan pelajar, Kepala Sekolah, guru-guru, perwakilan dari TNI/Polri dan pegawai BPBD dimana kegiatan ini sebagai upaya proaktif membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak dini.
Sekretaris BPBD Mimika sekaligus Ketua Panitia, Betriks Pademme, S.S., M.Si., dalam laporannya menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kebakaran adalah suatu kebutuhan mendesak.

Hal ini untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat agar dapat bertindak secara proaktif dalam mencegah dan menangani kebakaran di lingkungannya.
“Angka kejadian kebakaran tinggi di daerah padat penduduk dan seringkali penyebabnya adalah kelalaian masyarakat sendiri di samping terbatasnya sumber daya dan partisipasi masyarakat dalam penanganan kebakaran,” ujarnya.
Kegiatan ini, jelas Betriks, memiliki dasar hukum yang kuat termasuk Undang-Undang No. 31 Tahun 2009 tentang Pemadam Kebakaran, Permendagri No. 114 Tahun 2018 tentang waktu tanggap maksimal 15 menit, serta Permendagri No. 14 Tahun 2024 tentang penyusunan Rencana Induk Sistem Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan di Daerah (RISPKP).
Maksud dan tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat, khususnya pelajar agar mampu mencegah, mengenali, dan menanggulangi risiko kebakaran.
Melalui edukasi, simulasi, dan pembentukan relawan diharapkan tercipta lingkungan yang aman dan masyarakat yang siaga secara mandiri dan berkelanjutan.
Yohanes Kuum, S.Sos., M.H., Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dalam sambutannya secara resmi membuka kegiatan, menyatakan bahwa sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman tentang bahaya kebakaran.
“Kita perlu sosialisasi, dalam hal ini kami sebagai pemerintah bersama dengan guru-guru, TNI, Polri untuk bersama-sama memberikan pemahaman tentang bahaya kebakaran di sekolah dan pencegahannya. Setelah teori, kita akan langsung masuk ke simulasi,” kata Yohanes.
Sementara itu Jhon Nuboba, Narasumber dari BPBD menjelaskan bahwa tujuan pelatihan adalah agar pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan di rumah masing-masing.
“Tujuannya adalah agar pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku, afiksasi yang dilaksanakan secara cepat dan tepat dalam upaya penanggulangan kebakaran dapat diterapkan,” jelas Jhon.
Ipda Adnan, S.H., Wakapolsek Mimika Timur, turut hadir memberikan penjelasan tentang peran kepolisian dalam penanganan kebakaran. Ia menerangkan bahwa kehadiran polisi di lokasi kebakaran adalah untuk kepentingan penyelidikan.
“Adik-adik sering melihat pasti ada polisi di TKP kebakaran. Seperti yang kita ketahui, kebakaran seringkali terjadi karena kelalaian, di situlah kehadiran polisi dibutuhkan. Kami biasanya membiarkan petugas pemadam kebakaran menjalankan SOP mereka terlebih dahulu untuk memadamkan api, sementara kami mencari informasi dan saksi untuk proses penyelidikan,” papar Adnan.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara serentak di SMK Negeri 2 Mapurujaya, SMP Negeri 1 Mapurujaya, SD Inpres Mapurujaya, SMK Amamapare Mapurujaya, dan SD/SMP Satu Atap (Satap) Pomako.
Sumber dana kegiatan berasal dari DPA BPBD Kabupaten Mimika Tahun 2025. Dengan adanya kegiatan ini, BPBD Mimika berharap dapat menekan angka kejadian kebakaran dan menciptakan generasi muda yang lebih sadar dan tanggap terhadap keselamatan dari bahaya kebakaran.
Kegiatan simulasi pemadaman api dilakukan dengan menggunakan bahan kain dan alat pemadam kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tujuan dari kegiatan ini adalah agar semua peserta dapat bertindak sebelum datangnya petugas kebakaran saat terjadi kebakaran di lingkungan yang dihadapi.
Dengan demikian, kegiatan simulasi ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kebakaran serta mengurangi risiko kebakaran di lingkungan sekitar. (Red)





















Komentar