YOGYAKARTA, MIMIKABERKABAR. COM– Permasalahan sampah di wilayah perkotaan masih menjadi tantangan besar hingga saat ini. Di tengah kondisi tersebut, Koperasi Mardiko hadir sebagai salah satu kelompok masyarakat yang berupaya memberikan solusi nyata melalui pengelolaan dan pemilahan sampah.
Koperasi Mardiko memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi seperti sekarang. Awalnya, pada tahun 1995 kelompok ini dikenal sebagai Persatuan Pemulung Piyungan (P3).
Seiring waktu, organisasi tersebut terus berkembang hingga pada 20 April 2016 resmi terbentuk sebagai Komunitas Mardiko. Perkembangan itu berlanjut hingga pada tahun 2024 komunitas ini bertransformasi menjadi Koperasi Mardiko dan telah diakui secara hukum.
Nama Mardiko sendiri merupakan singkatan dari “Makaryo Adhikaton” yang bermakna bekerja untuk membantu secara nyata, khususnya melalui kegiatan pengelolaan dan pemilahan sampah. Aktivitas tersebut menjadi fokus utama dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan perkotaan.
Dalam perjalanannya, Koperasi Mardiko masih menghadapi berbagai keterbatasan. Dari sisi ekonomi, pendapatan yang diperoleh anggota belum stabil karena bergantung pada hasil pengelolaan sampah yang nilainya relatif kecil dan tidak menentu.
Sistem upah harian juga membuat penghasilan sangat bergantung pada kehadiran kerja, sementara kondisi di lapangan seperti perubahan situasi di TPA Piyungan turut memengaruhi hasil yang diperoleh.
Selain persoalan ekonomi, koperasi ini juga masih menghadapi tantangan sosial. Aktivitas yang berkaitan dengan sampah kerap dipandang rendah, sehingga para anggota yang sebagian besar berasal dari kalangan pemulung masih menghadapi stigma di masyarakat.
Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pengakuan serta akses terhadap dukungan yang lebih luas, baik dari pemerintah maupun pihak lainnya.
Dari sisi kelembagaan, Koperasi Mardiko juga masih memiliki sejumlah kelemahan, terutama dalam hal teknologi, pemasaran, dan manajemen usaha.
Keterbatasan infrastruktur serta dampak kerusakan fasilitas akibat bencana turut memengaruhi perkembangan koperasi, sehingga upaya peningkatan kapasitas belum berjalan secara optimal.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Koperasi Mardiko tetap berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah di perkotaan.
Keberadaan koperasi ini menunjukkan bahwa peran masyarakat memiliki arti penting dalam mendukung upaya penanganan sampah secara berkelanjutan.
Ke depan, dukungan dari berbagai pihak dinilai dapat membantu mendorong perkembangan Koperasi Mardiko agar lebih mandiri dan memiliki daya saing. Dengan penguatan kapasitas serta peningkatan kerja sama, koperasi ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat. (Red)





















Komentar