MIMIKA BERKABAR.COM– Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah menggelar kegiatan Coaching Clinic Triwulan I dengan tema “Penguatan Akuntabilitas Sejak Dini: Sinergi Perencanaan dan Pelaporan Kinerja Menuju SAKIP Kabupaten Mimika yang Berkualitas Tahun 2026”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Tembaga pada Selasa (14/4/2026).
Ananias Faot, Asisten Setda Mimika menyampaikan bahwa saat ini tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, dan efisien semakin tinggi.
“Masyarakat saat ini semakin kritis dan partisipatif. Mereka menuntut transparansi, akuntabilitas, serta hasil pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk terus berbenah, meningkatkan kinerja, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bukan sekadar tumpukan dokumen perencanaan dan pelaporan, melainkan instrumen utama untuk memastikan setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digunakan secara tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“SAKIP adalah alat kendali manajemen pemerintahan yang memastikan setiap program dan kegiatan memiliki arah yang jelas, indikator yang terukur, serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ia memberikan sejumlah arahan tegas kepada seluruh kepala perangkat daerah (OPD), antara lain: kepala OPD harus turun tangan dalam penyusunan dokumen SAKIP, memastikan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, serta terus meningkatkan kualitas predikat SAKIP Kabupaten Mimika.
Sementara itu, narasumber kegiatan, Hendra, menjelaskan bahwa tujuan coaching clinic ini adalah memberikan bimbingan teknis dan asistensi kepada perangkat daerah dalam penguatan implementasi SAKIP.
Hal ini mencakup peningkatan kualitas dokumen perencanaan seperti Renstra, Renja, serta memastikan keselarasan antara perencanaan strategis dan penganggaran.
“Kami juga menargetkan peningkatan nilai evaluasi SAKIP menuju predikat yang lebih tinggi. Ruang lingkup materi meliputi lima komponen utama, yaitu perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan, evaluasi internal, hingga capaian kinerja,” ujar Hendra.
Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan bahwa kualitas SAKIP di Kabupaten Mimika masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan analisis Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LKj), masih ditemukan ketidakselarasan antara laporan kinerja OPD dengan perencanaan di tingkat kabupaten.
“Laporan kinerja pemerintah kabupaten sudah konsisten dengan perencanaan daerah dan RPJPD, namun laporan kinerja OPD masih banyak yang belum selaras. Inilah yang harus kita perkuat di tingkat OPD,” jelasnya.
Kegiatan coaching clinic ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing OPD, khususnya kepala subbagian program atau staf yang selama ini menyusun laporan kinerja. Narasumber berasal dari Tim Sinergi Yogyakarta. Seluruh biaya pelaksanaan kegiatan dibebankan pada APBD Kabupaten Mimika melalui Bagian Organisasi Tahun Anggaran 2026.
Dengan adanya coaching clinic ini, diharapkan setiap perangkat daerah memiliki pemahaman yang komprehensif dalam menyusun laporan kinerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga mampu memantau berjalannya program serta mengidentifikasi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.(Red)





















Komentar