MIMIKA BERKABAR — Setelah 35 tahun 3 bulan mengabdi sebagai ASN, Alice Wanma resmi purna tugas dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika.
Perjalanan panjangnya menjadi teladan bagi seluruh jajaran ASN dan masyarakat setempat. Ia menutup masa pengabdian dengan jabatan sebagai Kepala Dinas, setelah 6 tahun memimpin Distanbun.Perjalanan Karier dari Biak Hingga TimikaAlice memulai karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Biak.
Keinginan untuk melayani masyarakat membawanya menempuh pendidikan guru bidan di Makassar dan Malang sebelum kembali ke Timika pada 1996.
Sepanjang kariernya, Alice menempati berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Seksi Gizi, Kepala Sub Bidang Kesehatan Keluarga, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, hingga Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Perjalanan kerja saya sangat panjang. Saya mulai dari CPNS, menempuh pendidikan guru bidan, hingga kembali ke Timika untuk melayani masyarakat. Di awal bekerja, saya harus bekerja sebagai tenaga honorer tanpa gaji selama tiga tahun.
“Saya melayani pasien Puskesmas sampai 200 orang sehari, memberikan obat, memantau mereka minum obat dengan benar, termasuk program TBC. Semua itu saya lakukan sepenuh hati, tanpa melihat gaji atau jabatan. Saya percaya Tuhan melihat ketulusan hati saya.”ujar Alice.
Bahkan pernah bekerja selama tiga tahun tanpa gaji saat dirinya menjadi pegawai honorer di Kota Biak. Alice berniat pindah ke Mimika karena mengikuti suami yang waktu itu telah diterima bekerja di PT Freeport Indonesia.

Dengan berat hatinya meninggalkan anak-anaknya di Kota Biak, ia mengabdi di Mimika. Ia berpesan, menjadi pejabat harus rendah hati, jangan sombong, dan melayani dengan hati agar Tuhan selalu memberkati.
Dedikasi dan Pelayanan Sepenuh Hati Alice menekankan pentingnya integritas, ketulusan, dan ketekunan dalam bekerja.
Selama bertugas, ia memegang program strategis termasuk pengawasan pasien TBC, pelayanan keluarga berencana, dan kesehatan gizi keluarga.
Selama enam tahun terakhir, ia memimpin Distanbun sebagai Kepala Dinas, membimbing pegawai dan menjalankan berbagai program strategis dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.
“Selama bertugas, saya diberi kesempatan memegang program-program penting. Semua tanggung jawab saya jalani dengan hati karena saya percaya pelayanan yang tulus akan membawa berkat bagi masyarakat maupun diri saya sendiri,” katanya.
Selama 35 tahun 3 bulan, saya diberi kesehatan dan kekuatan untuk melayani. Dua kali saya menerima penghargaan dari pemerintah, tapi bagi saya penghargaan terbesar adalah kesempatan membantu masyarakat dengan sepenuh hati.
Sementara Pelaksana Tugas Kepala Distanbun Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudarmono, menyebut perjalanan karier Ibu Alice sebagai inspirasi bagi seluruh ASN.“Dinas ini besar dan tugasnya tidak mudah.
Ibu Alice Wanma menunjukkan bahwa dedikasi dan pelayanan tulus adalah kunci keberhasilan.
”Ucapan Terima Kasih dari Rekan Kerja Rosalina Kbarek, perwakilan dari PPPK, menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasihnya,” ucapnya.
Kerja keras Ibu dianggap penelitian yang tidak terlihat namun sangat kami rasakan. Dengan segala kerendahan hati, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Jasa Ibu akan selalu bertahan di dalam hati kami dan menjadi cerita yang akan kami kenang sepanjang hidup.
Pada momen purna tugas ini, kami tidak hanya melepaskan seorang Kepala Dinas tetapi juga seorang ibu bagi kami yang telah membimbing, menguatkan, dan memberikan kesempatan bagi masa depan kami.
Kiranya Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberkati setiap langkah kehidupan Ibu, memberikan kesehatan, damai sejahtera, serta kebahagiaan bersama keluarga tercinta,” imbuhnya.
Warisan Inspiratif bagi ASN Generasi Berikutnya Dari Biak, Makassar, Malang, hingga Timika, perjalanan Alice Wanma adalah kisah tentang ketulusan, ketekunan, dan pengabdian tanpa pamrih.
Ia meninggalkan warisan inspiratif bagi ASN generasi berikutnya, bahwa keberhasilan seorang ASN bukan hanya soal jabatan atau gaji, tetapi tentang dedikasi, integritas, dan pelayanan tulus kepada masyarakat. (red)

























Komentar