MIMIKA BERKABAR – Gema takbir berkumandang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan dan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal. Lantunan “Allahu Akbar” terdengar di halaman Gedung Eme neme Yauware sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ungkapan rasa syukur atas selesainya ibadah puasa.
Kegiatan malam takbiran tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Mimika menegaskan bahwa nilai toleransi, solidaritas, dan kebersamaan yang terus terjaga menjadi bukti bahwa Kabupaten Mimika merupakan daerah yang harmonis.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat kebersamaan lintas umat beragama melalui berbagai kegiatan bersama.
“Kebersamaan ini perlu terus dijaga. Kita ingin menunjukkan bahwa Mimika adalah daerah yang menjunjung tinggi harmoni dan persatuan,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Sementara itu, Ketua PHBI Mimika, Joko Prianto, menyampaikan bahwa takbir keliling merupakan bentuk ungkapan syukur umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.
“Takbiran ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menjalani ibadah puasa, sekaligus menandai kemenangan spiritual bagi umat Muslim,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan takbir keliling di Mimika mencerminkan kuatnya kerukunan antarumat beragama, karena melibatkan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan.
“Ini bukan hanya perayaan umat Muslim, tetapi juga simbol kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan seluruh masyarakat Mimika,” tambahnya.
Bupati juga berharap umat Muslim dapat merayakan Idulfitri dengan aman, tertib, dan penuh sukacita. Adapun rute pawai takbir keliling dimulai dari halaman Gedung Eme neme Yauware menuju Jalan Budi Utomo, dilanjutkan ke Jalan Cendrawasih, kemudian ke Jalan Yos Sudarso hingga Belibis, sebelum kembali ke titik awal. (Red)
























Komentar