Advertisement
Kabar Kota
Home » Warga Distrik Wania Keluhkan Infrastruktur, Anggota DPRK Mimika Janji Perjuangkan Hingga 2027

Warga Distrik Wania Keluhkan Infrastruktur, Anggota DPRK Mimika Janji Perjuangkan Hingga 2027

MIMIKA BERKABAR – Puluhan warga Distrik Wania, Kabupaten Mimika memanfaatkan momen Reses Tahap I anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika untuk menyampaikan keluhan terkait minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar di wilayah mereka.

Padahal, Distrik Wania berada di kawasan pusat Kota Timika. Kegiatan reses yang digelar di RT 11, Kelurahan Kamoro Jaya, Jumat (13/3/2026) itu dihadiri anggota DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Marianus Tandiseno.

Dalam pertemuan tersebut, warga mengungkapkan sejumlah persoalan yang selama ini membelit mereka, mulai dari jalan rusak parah, sulitnya akses air bersih, minimnya lampu penerangan jalan, hingga banyaknya rumah tidak layak huni.

Ketua RT 11, Alex Onawame, mengapresiasi kehadiran sang wakil rakyat yang datang langsung menyerap aspirasi warga. Namun di sisi lain, ia menyayangkan ketidakhadiran pemerintah daerah selama bertahun-tahun di wilayah tersebut.

“Pemerintah belum pernah turun melihat kondisi kami. Padahal kami sangat butuh air bersih, jalan diperbaiki, dan lampu jalan,” ujarnya di hadapan Marianus.

MAITUA Diluncurkan, Pemkab Mimika Ingin Data Antar-OPD Terintegrasi dan Jadi Dasar Kebijakan

Alex bahkan mencontohkan dampak fatal dari buruknya infrastruktur jalan.

“Kemarin ada ibu hamil mau ke rumah sakit, tapi karena jalan rusak dan berlubang, akhirnya melahirkan di lorong,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Sementara itu, Lurah Kamoro Jaya, Musdalifa, dalam sambutannya mengakui bahwa wilayah tersebut memang lama tidak tersentuh pembangunan.

Ia menyebut sejumlah usulan seperti peningkatan jalan, pembangunan drainase, penerangan jalan, dan fasilitas kesehatan sudah masuk dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kelurahan.

“Saya juga kecewa, karena ini salah satu wilayah saya yang tidak tersentuh pembangunan sekian lama. Terakhir dibangun tahun 2006, setelah itu hancur dan tidak pernah ada pembangunan lagi,” ujar Musdalifa.

Pemkab Mimika Siap Tarik Puluhan Mobil Dinas Mantan Pejabat

Ia berharap semua elemen masyarakat, termasuk pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, bersama-sama mendorong realisasi pembangunan di wilayah tersebut.

Menurutnya, kehadiran anggota dewan dalam reses ini menjadi momentum penting untuk memperjuangkan aspirasi warga. Menanggapi berbagai keluhan itu, Marianus Tandiseno, Anggota DPRK Mimika dari Partai Golkar mengaku prihatin.

Ia menilai pembangunan di Kabupaten Mimika selama ini memang lebih terfokus ke wilayah kampung, sehingga kawasan perkotaan seperti Distrik Wania justru terabaikan.

“Paling tidak tahun ini kita dorong perbaikan jalan lingkungan atau lorong dengan penimbunan tailing. Juga ada rencana perbaikan satu unit rumah untuk Ketua RT 11,” janji Marianus.

Ia berkomitmen akan memperjuangkan aspirasi warga agar dapat direalisasikan paling lambat pada tahun 2027. Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dirangkaikan dengan prosesi adat Bakar Batu.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Sebanyak empat ekor babi dipotong dan dimasak untuk kemudian disantap bersama masyarakat sebagai simbol kebersamaan. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement