Advertisement
Kabar Kota
Home » Petugas Kebersihan Mimika Demo, Inti Masalah Bukan Gaji tapi Dugaan Tekanan Pengawas

Petugas Kebersihan Mimika Demo, Inti Masalah Bukan Gaji tapi Dugaan Tekanan Pengawas

MIMIKA BERKABAR – Sejumlah petugas kebersihan Kabupaten Mimika melakukan aksi demonstrasi pada pagi tadi, Senin (8/3/2026). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jefry Deda mengaku awalnya tidak sepenuhnya memahami tuntutan para pendemo, mengingat selama ini gaji, uang makan, dan perlengkapan kerja selalu dipenuhi.

“Kalau demo biasanya menyangkut gaji, upah, peralatan, atau jam kerja. Tapi saya tidak paham apa tujuan mereka karena sudah diberikan uang makan dan fasilitas yang cukup,” ujar Jefry.

Setelah dilakukan mediasi oleh pihak DLH dengan mengutus pejabat terkait untuk mendengar keluhan, terungkap bahwa inti permasalahan bukan soal gaji atau fasilitas, melainkan terkait dugaan adanya tekanan dari pengawas kepada petugas kebersihan.

“Informasi yang disampaikan, bahwa para petugas merasa tertekan dengan sikap pengawas, seperti ada larangan untuk istirahat atau kesan bahwa mereka harus terus bekerja. Bahkan ada tuduhan bahwa untuk bisa cuti mereka harus bayar dulu, padahal hal itu tidak pernah ada,” jelasnya.

Jefry juga mengungkapkan bahwa anggaran untuk gaji dan operasional tenaga kebersihan mencapai Rp 13 miliar per tahun untuk 183 orang. Anggaran tersebut mencakup gaji, uang makan, BPJS, serta tunjangan hari raya seperti Natal dan Idul Fitri yang selalu diberikan.

MAITUA Diluncurkan, Pemkab Mimika Ingin Data Antar-OPD Terintegrasi dan Jadi Dasar Kebijakan

“Mereka (petugas) kami kasih 1,5 juta untuk THR, dan gaji terendah mereka Rp 5 – 7 jutaan, ditambah uang makan dan Tunjangan lain, kurang lebih hampir Rp 10 juta mereka terima, gaji terbesar adalah karyawan perbengkelan karena mereka memiliki keterampilan khusus dan gaji tidak pernah terlambat tepat tanggal 15 masuk ke rekening petugas, sehingga kami heran, kenapa masih demo, padahal semua sudah kami berita,” terang Jefry.

Jefry menegaskan bahwa pengelolaan kebersihan selama ini dilakukan langsung oleh dinas dan bukan melalui pihak ketiga.

“Setelah adanya kesepakatan, seluruh petugas kembali bekerja. DLH akan melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas lebih detail permasalahan yang ada dan melakukan klarifikasi terkait keluhan terhadap pengawas,” Pungkasnya.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement