MIMIKA BERKABAR – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Distrik Kwamki Narama menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Hotel Grand Tembaga, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program pembangunan dengan kebutuhan riil warga.
Acara dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Viron Balinol Mom, yang didampingi oleh Kepala Bappeda Yohana Paliling, Kepala Distrik Kwamki Narama Edwin Hanuebi, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Viron Balinol Mom menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah Mimika.
Ia menyebut Distrik Kwamki Narama memiliki potensi strategis yang perlu dikembangkan secara optimal.
Meski pembangunan terus bergulir, Viron mengakui masih ada sejumlah tantangan yang memerlukan perhatian bersama, seperti keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Perencanaan pembangunan tahun 2026 harus menjadi momentum untuk memastikan program-program prioritas benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Kita perlu mengoptimalkan potensi lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur guna membuka keterisolasian wilayah serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.Viron secara khusus mengingatkan para kepala kampung agar aktif berpartisipasi dalam setiap forum perencanaan.
Ia menekankan bahwa kepala kampung harus duduk bersama warganya untuk menyerap aspirasi dan menyusun program prioritas yang benar-benar dibutuhkan di masing-masing kampung.
“Program yang diusulkan harus lahir dari kebutuhan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Jangan sampai usulan hanya bersifat seremonial tanpa dampak nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Kwamki Narama, Edwin Hanuebi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan tahapan krusial dalam siklus perencanaan pembangunan daerah.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring usulan masyarakat, menetapkan skala prioritas, serta menyelaraskan rencana pembangunan dengan program organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kami berharap forum ini mampu melahirkan perencanaan yang berkualitas dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya pembangunan yang lebih merata di Distrik Kwamki Narama,” ujar Edwin.
Dari hasil pelaksanaan Musrenbang RKPD tingkat distrik tahun 2026, tercatat sebanyak 167 usulan program telah dihasilkan. Usulan tersebut mencakup berbagai sektor prioritas, antara lain infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, yang diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rencana pembangunan daerah ke depan. (Red)
























Komentar