MIMIKA BERKABAR – Pemerintah Distrik Hoya, Kabupaten Mimika menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Hotel Grand Tembaga, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh kepala kampung, tokoh masyarakat, serta staf Distrik Hoya untuk membahas 22 kegiatan prioritas yang akan diusulkan ke pemerintah kabupaten.
Kepala Distrik Hoya, Yeteni Tabuni, menyampaikan bahwa sejumlah program strategis menjadi fokus utama pembangunan di wilayahnya, baik untuk tahun 2026 maupun 2027 mendatang.
“Lapangan terbang menjadi prioritas utama karena kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Banyak lumut yang tumbuh di permukaan landasan sehingga menyulitkan pesawat untuk mendarat. Tahun ini kami minta agar lapangan terbang segera diaspal,” tegas Yeteni.
Selain itu, program rumah sehat juga menjadi perhatian serius. Menurut Yeteni, kebutuhan rumah layak huni sangat mendesak di lima kampung yang ada di Distrik Hoya.
“Tahun ini kami belum tahu pasti berapa unit yang akan dibangun, tapi tahun 2027 kami menargetkan 20 unit rumah sehat,” tambahnya.
Yeteni juga menyoroti kondisi jalan yang belum memadai. Dengan adanya alat berat yang kini tersedia di Distrik Hoya, ia memerintahkan agar putra-putri asli Hoya sendiri yang mengerjakan pembukaan jalan.
“Ini untuk memberdayakan masyarakat setempat. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas PU PR terkait pengukuran teknisnya,” ujarnya.
Pembangunan Kantor Distrik Hoya juga diharapkan dapat segera terealisasi tahun ini. “Jika tidak selesai tahun ini, kami minta ada perpanjangan waktu agar pembangunan dapat dilanjutkan,” kata Yeteni.
Dalam kesempatan itu, Yeteni mengungkapkan bahwa pembangunan gereja menjadi prioritas ketiga yang mendesak. Ia menjelaskan bahwa selama ini masyarakat kerap beribadah di lapangan terbuka saat perayaan Natal dan hari besar keagamaan lainnya.
“Kami minta pemerintah membangun satu gereja besar berukuran 15 x 20 meter di Distrik Hoya. Selain itu, ada 7 gereja di masing-masing kampung yang saat ini kondisinya sudah tidak memadai karena dibangun oleh generasi terdahulu dan masih digunakan hingga sekarang,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah kabupaten dapat memfasilitasi pembangunan gereja-gereja tersebut.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Mimika, tapi hingga kini belum ada tindak lanjut dari dinas terkait.
Saya minta program Bupati yang visioner yaitu ‘membangun dari kampung ke kota’ benar-benar direalisasikan di Distrik Hoya,” tegas Yeteni.
Selain infrastruktur fisik, Distrik Hoya juga mengusulkan program pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, seperti kopi, serta kegiatan budaya dan pemberdayaan masyarakat (PPM).
“Semua program ini akan kami koordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan provinsi,” kata Yeteni.Ia berharap melalui Musrenbang ini, seluruh aspirasi masyarakat dapat diakomodir oleh pemerintah. Saya ingin membangun Hoya dengan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang ada,” tutupnya. (Red)
























Komentar