MIMIKA BERKABAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memastikan sektor infrastruktur kesehatan akan menjadi sorotan utama dalam belanja daerah tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold R. Ubra saat ditemui media pada, Senin (2/3/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya bakal merealisasikan dua proyek besar yang selama ini dinanti-nantikan masyarakat.
Kedua proyek tersebut adalah pembangunan Puskesmas Perintis yang sempat tertunda, serta pengembangan fasilitas di Puskesmas Wania.
“Tahun 2026 ini kami akan eksekusi pembangunan Puskesmas Perintis yang lokasinya berada di ujung Jalan Kartini. Selain itu, kami juga akan melakukan pengembangan untuk Puskesmas Wania,” ujar Reynold.
Reynold menjelaskan, proyek Puskesmas Perintis dipastikan dapat segera bergulir karena seluruh tahapan persiapan telah tuntas. Pemerintah Daerah telah menyelesaikan pembebasan lahan, sementara dokumen perencanaan juga sudah siap digunakan.
“Tanahnya sudah clear dan dibebaskan. Jadi tidak ada lagi kendala di lapangan. Tinggal pelaksanaan konstruksi saja, karena dokumen perencanaannya juga sudah ada,” tegasnya.
Pembangunan Puskesmas Perintis direncanakan menyerap anggaran sebesar Rp34 miliar. Sementara itu, untuk pengembangan Puskesmas Wania, Dinkes Mimika mengalokasikan dana sebesar Rp 10 miliar.
Seluruh pendanaan proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika.
“Anggarannya murni dari APBD. Ini bentuk komitmen nyata daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat,” ungkap Reynold.
Langkah Dinkes Mimika ini dinilai sebagai bukti nyata keberpihakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kepala Daerah, serta DPRD terhadap mandatory spending atau belanja wajib di sektor kesehatan.
Reynold menilai, meskipun saat ini pemerintah tengah menggencarkan kebijakan efisiensi anggaran, pembangunan fasilitas publik seperti puskesmas tetap menjadi prioritas yang tidak boleh ditawar.
“Memang kita sedang dalam semangat efisiensi, tetapi efektivitas pembangunan fasilitas publik tetap menjadi sasaran utama. Apalagi kalau kita lihat perjalanan lima tahun terakhir, alokasi anggaran kesehatan terus meningkat signifikan,” paparnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini menunjukkan komitmen luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang maksimal dan merata.
“Kami berharap dengan hadirnya Puskesmas Perintis dan pengembangan Puskesmas Wania, jangkauan pelayanan kesehatan di Mimika bisa semakin luas dan berkualitas,” pungkas Reynold.
Dengan rampungnya dua proyek strategis ini, masyarakat di kawasan Jalan Kartini dan sekitarnya diharapkan tidak lagi kesulitan mengakses fasilitas kesehatan tingkat pertama. (Red)

























Komentar