MIMIKA BERKABAR – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Distrik Alama menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Rabu (25/2/2026) ini, dihadiri oleh para kepala kampung serta tokoh masyarakat se-Distrik Alama.
Dalam forum tersebut, masyarakat sepakat mengusulkan empat program prioritas utama untuk pembangunan di wilayah mereka. Program tersebut meliputi penyediaan air bersih, penerangan jalan umum, pembangunan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), serta pembangunan kantor distrik dan rumah dinas pegawai.
Kepala Distrik Alama, Ruben Dolame SH., Kp., memaparkan lebih rinci mengenai usulan prioritas tersebut.
“Program untuk distrik kita adalah air bersih, penerangan, dan MCK. Namun, yang juga sangat diusulkan oleh masyarakat adalah pembangunan infrastruktur penghubung antar kampung,” ujarnya.
Pihaknya menyoroti pentingnya pembangunan jalan dan jembatan, terutama jembatan sepanjang 120 meter yang menghubungkan tujuh kampung di wilayah Distrik Alama.
“Kami berharap pemerintah dapat membangun jembatan tersebut. Ini sangat vital agar akses warga dari kampung ke distrik untuk berkebun dan beraktivitas sehari-hari menjadi lebih aman,” tambah Ruben.
Selain itu, usulan pembangunan rumah pegawai juga dinilai mendesak. Menurutnya, ketersediaan tempat tinggal yang layak akan mendorong para pegawai, termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan, untuk lebih optimal dalam melayani masyarakat setempat.
Salah satu sorotan penting dalam Musrenbang kali ini adalah kondisi Distrik Alama pasca peristiwa penembakan pada tahun 2024 lalu. Sekretaris Distrik Alama, Filemon Beanal SE., menyampaikan bahwa situasi keamanan di wilayahnya saat ini telah kembali kondusif dan siap untuk dilakukan pembangunan.
“Kami minta agar ada kunjungan dari Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Pasca kejadian di tahun 2024, sampai saat ini belum ada kunjungan kerja dari Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong,” tegas Filemon.
Ia menjelaskan, kehadiran pimpinan daerah sangat dinantikan, tidak hanya untuk mengecek langsung kondisi lapangan, tetapi juga agar para operator penerbangan mengetahui bahwa situasi di Alama telah aman.
“Publik dan operator penerbangan harus tahu bahwa Distrik Alama saat ini sudah kondusif dan siap dibangun kembali. Ini adalah aspirasi masyarakat,” imbuhnya.
Filemon menambahkan bahwa akses menuju Distrik Alama saat ini hanya bisa ditempuh melalui jalur udara. Kondisi ini menyebabkan pelayanan di sektor kesehatan dan pendidikan sempat terhambat sejak tahun 2024 karena belum memadainya jadwal penerbangan.
“Jadi banyak masukan dari masyarakat. Mereka meminta agar pembangunan segera direalisasikan, sejalan dengan visi dan misi Bapak Bupati yang menyatakan bahwa pembangunan harus dimulai dari kampung menuju kota. Kami berharap komitmen ini segera diwujudkan di Distrik Alama,” pungkas Filemon. (Red)

























Komentar