MIMIKA BERKABAR – Pemerintah Kabupaten Mimika tengah berupaya keras menekan angka stunting yang mengkhawatirkan di wilayahnya. Pasalnya, data terbaru menunjukkan bahwa angka stunting di Mimika mencapai 24%, melampaui angka nasional sebesar 21%.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika menegaskan bahwa program yang tepat sasaran akan menjadi fokus utama dalam mengatasi masalah ini.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga di Distrik Kwamki Narama, Rabu (19/11/2025).
Staf DPMK Mimika, Orly Simanjuntak, menekankan pentingnya program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita tidak bisa lagi hanya melakukan kegiatan seremonial,” ujarnya.
Selama ini, penanganan stunting di Mimika menghadapi sejumlah kendala, di antaranya koordinasi lintas sektor yang belum optimal, program yang kurang tepat sasaran, minimnya pemahaman masyarakat, dan pemanfaatan Dana Desa yang belum efektif.
Untuk mengatasi kendala tersebut, DPMK Mimika merekomendasikan sejumlah program prioritas, antara lain peningkatan akses layanan kesehatan dan gizi, perbaikan sanitasi dan kebersihan lingkungan, edukasi gizi yang intensif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pengawasan dan evaluasi program.
“Kami optimis, dengan fokus pada program prioritas dan kerjasama yang solid, kita dapat menekan angka stunting di Mimika dan mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkas Orly.
Pemerintah Kabupaten Mimika diharapkan segera merealisasikan program-program prioritas tersebut. Penanganan stunting membutuhkan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus Mimika. (red)

























Komentar