MIMIKA BERKABAR – Ketegangan antar kelompok di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika masih terus berlanjut.
Pertikaian ini melibatkan serangan dengan panah yang terjadi antara kelompok dari Ilaga Puncak dan Mimika.
Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki, menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam situasi ini.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, keterlibatan Bupati Puncak dan Mimika secara langsung belum terlihat, dan masyarakat masih menunggu perhatian serta tindakan dari pemerintah.
Pemuda setempat juga sedang melakukan koordinasi untuk mendorong pemerintah Puncak dan Mimika agar segera hadir.
“Situasi di lapangan saat ini terpantau aman, dengan kedua kubu saling menjaga dan menahan diri. Kami masih menunggu arahan dari pemerintah untuk mengadakan pertemuan antara kedua kubu,” ungkap Yusak.
Saat ini, peran pemerintah daerah dalam penyelesaian konflik belum terlihat secara signifikan. Namun, perangkat Distrik Kwamki Narama telah beberapa kali meninjau lokasi untuk mengamati kondisi yang terjadi.
Kedua kubu yang bertikai juga mengajukan permohonan untuk melakukan proses perdamaian secara adat, yang mencakup tradisi seperti bakar batu, potong bambu, dan acara makan bersama.
Menurut data kepolisian, tercatat ada 46 orang yang menjadi korban akibat konflik ini. Namun, jumlah tersebut diperkirakan lebih tinggi karena tidak semua informasi disampaikan kepada pihak berwenang.
“Karena beberapa masyarakat belum melapor, kami sendiri mencari data, dan yang kami catat ada 46 orang yang menjadi korban. Beberapa di antaranya masih dirawat di rumah sakit,” tambahnya.
Secara umum, Yusak menyatakan bahwa aktivitas masyarakat di sekitar masih berjalan normal dan aman seperti biasanya. (Red)
























Komentar