MIMIKA BERKABAR – Penerbangan perintis di Kabupaten Mimika berjalan lancar dengan armada pesawat yang memadai.
Kepala Bidang Perhubungan Udara, Elcardobes Sapakoly menyampaikan bahwa meskipun sempat terjadi insiden gagal mendarat pada salah satu pesawat, operasional penerbangan tetap berjalan dengan pesawat pengganti.
“Pelayanan penerbangan saat ini berjalan baik, dan kami berupaya memastikan layanan tetap lancar meski ada kendala teknis,” ujar Elcardobes di ruang kerjanya, Selasa (4/11/2025).
Masyarakat cukup membayar setengah dari tarif normal karena adanya subsidi dari pemerintah.
Harga tiket bervariasi sesuai jarak tempuh, misalnya rute ke Arwanop dengan waktu tempuh sekitar 18 menit dikenakan biaya sekitar Rp300.000, sedangkan rute ke Agimuga antara Rp500.000 hingga Rp600.000.
Elcardobes menambahkan, pihaknya berencana membuka layanan kargo khusus untuk daerah Arwanop yang masih menunggu koordinasi lebih lanjut terkait insiden pesawat sebelumnya.
“Layanan kargo diharapkan segera berjalan jika tidak ada hambatan, terutama untuk wilayah Arwanop,” tambahnya.
Tingkat keterisian penumpang di rute Arwanop cukup tinggi dengan kapasitas maksimal 7-8 penumpang, sementara rute ke Kokonau cenderung sepi karena masyarakat lebih memilih transportasi sungai.
Program subsidi tarif penerbangan perintis ini akan terus berlanjut hingga tahun 2026 dan menjadi prioritas utama, khususnya untuk daerah pegunungan.
“Subsidi tarif penerbangan perintis akan tetap diprioritaskan hingga 2026, terutama bagi daerah pegunungan,” pungkas Elcardobes.
Program ini diharapkan terus meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian masyarakat di wilayah pegunungan Papua. (red)

























Komentar