MIMIKA BERKABAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengambil langkah proaktif untuk membangun kesiapsiagaan sejak dini dengan menyelenggarakan serangkaian sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran di lima sekolah di Distrik Mimika Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Kamis, 9 Oktober 2025 ini berhasil menjangkau lebih dari 300 peserta, melibatkan pelajar, kepala sekolah, guru, serta perwakilan TNI/Polri dan pegawai BPBD.

Lima sekolah yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah SMK Negeri 2 Mapurujaya, SMP Negeri 1 Mapurujaya, SD Inpres Mapurujaya, SMK Amamapare Mapurujaya, dan SD/SMP Satu Atap (Satap) Pomako.

Kegiatan yang bersumber dari Dana Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPBD Kabupaten Mimika Tahun 2025 ini difokuskan untuk menanamkan kesadaran dan kemampuan praktis dalam mencegah dan menangani insiden kebakaran.
Sekretaris BPBD Mimika, Betriks Pademme, S.S., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya edukasi dini kepada anak-anak.

“Angka kejadian kebakaran sering terjadi, seringkali disebabkan oleh kelalaian dalam penggunaan alat listrik dan alat masak,” pungkas Betriks.

“Masyarakat, termasuk anak-anak kadang kurang memahami dan menjadi panik saat terjadi kebakaran. Melalui kegiatan ini, BPBD memperkenalkan secara dini bagaimana harus bertindak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Betriks menjelaskan bahwa inti dari kegiatan ini bukan hanya sekadar edukasi teori tetapi juga simulasi praktik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan para pelajar agar mampu mencegah, mengenali, dan menanggulangi krisis kebakaran.

“Kami ingin menciptakan ‘Siaga Mandiri’ yang berkelanjutan di tingkat masyarakat. Kami juga membagikan stiker berisi nomor telepon penting yang dapat dihubungi jika melihat kejadian kebakaran. Harapan terbesar kami, pengetahuan ini dapat diterapkan di rumah masing-masing,” tambahnya.

Betriks mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh peserta, Kami melihat respons yang luar biasa. Para siswa sangat proaktif, kepala sekolah dan guru-guru sangat antusias dan senang mengikuti sosialisasi serta simulasi ini. Kami juga berterima kasih kepada sekolah yang telah menyambut baik inisiatif ini.

Salah satu highlight kegiatan adalah simulasi pemadaman api menggunakan kain. “Kami mengajarkan teknik dasar. Jika tidak ada karung goni, bisa menggunakan kain. Kami ajari cara memegang dan menutup area yang terbakar dengan teknik yang benar,” papar Betriks
Harapannya, para peserta dapat mengambil tindakan awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi. Setidaknya, mereka telah mendapatkan ilmu yang menyelamatkan.

Sementara itu, Yohanes Kuum, S.Sos., M.H., Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Mimika menyatakan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Kementerian Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2024 tentang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran, dan Penyelamatan di Daerah.
“Tujuan kami dalam lima tahun ke depan, sosialisasi seperti ini sudah dapat dijalankan secara maksimal dan merata. Kami ingin menyadarkan masyarakat untuk memiliki dan memahami penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah,” pungkasnya.

“Setiap individu, termasuk ibu-ibu di rumah, harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga keselamatan keluarganya dengan antisipasi yang tepat. Intinya, kami ingin menciptakan masyarakat yang mandiri dalam menghadapi bahaya kebakaran,” tegas Yohanes.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen BPBD Mimika dalam membangun ketahanan masyarakat, dimulai dari generasi muda.
Dengan menciptakan generasi yang sadar dan tanggap bencana, diharapkan risiko dan dampak kejadian kebakaran di Kabupaten Mimika dapat diminimalisir di masa yang akan datang. (Red)

























Komentar